Sunday, September 04, 2016

Bukan Pecinta Alam atau Penikmat Alam hanya Pengagum Alam

Bukan Pecinta Alam atau Penikmat Alam hanya Pengagum Alam Merapi
Lama tidak menulis, karena saya bingung mau nulis apa. Alih-alih sibuk, ternyata karena tidak menyempatkan diri. Maka, pada kesempatan ini, saya mencoba menulis lagi, yang dilatarbelakangi oleh ajakan kawan-kawan untuk mendaki gunung, beberapa ada yang mengajak travelling, dll. Di tulisan sebelumnya bertemakan petualangan alam, kini Bukan Pecinta Alam atau Penikmat Alam hanya Pengagum Alam.
Menyebut mendaki gunung, saya rasa ini adalah bahasan yang selalu menarik. Aktivitas ini sebenarnya sudah dilakukan oleh masyarakat pada jaman dahulu untuk tujuan spiritual, peneliti untuk tujuan ilmu pengetahuan, militer untuk latihan dan pemetaan. Hingga komunitas mahasiswa yang melatarbelakangi istilah pecinta alam.

Pecinta Alam
Pecinta alam, sebuah istilah untuk menggambarkan seseorang, kelompok orang, komunitas, atau organisasi yang kegiatannya menjelajah dan mengeksplor alam dengan berbekal mental, fisik, skill, alat keamanan, dan prosedur yang tepat guna mencapai tujuan kelestarian alam. Begitu kira-kira yang saya pahami saat masih sekolah. 

Saat ini, pecinta alam identik dengan mendaki gunung. Artinya semua orang bisa menjadi pecinta alam tanpa harus melalui diksar (pendidikan dasar) fisik, metal dan skill, yang penting mampu mendaki gunung hingga puncak. 

Penikmat Alam
Penikmat Alam, istilah untuk seseorang atau kelompok yang menyebut dirinya sebagai petualang yang katanya hanya menikmati keindahan dan pesona alam tanpa merusak alam tersebut.

Apapun definisinya, saat ini penikmat alam pun berubah arti menjadi sosok petualang yang benar tidak mengambil apapun kecuali gambar profil untuk sosial media, tetapi sayangnya tidak peduli dengan jejak, bukan jejak kaki, tetapi jejak sampahnya.

Kegiatan mendaki gunung pun menjadi euforia, dan marak dilakukan oleh siapapun. Entah karena pengaruh film 5cm atau pengaruh teman, atau puber, pokoknya tidak keren kalo belum mendaki gunung. Semua orang akan berlomba-lomba mendaki gunung, mengoleksi bak cinderamata. Bangga memposting foto-foto di puncak, mengejar sunrise, menangkap sunset. 

***
Pada perkembangannya, entah karena pengaruh acara My Trip My Adventur atau pengaruh agen tour & travel atau efek stress. Kegiatan pecinta dan penikmat alam pun menjadi luas artinya yaitu adventur.

Banyak orang berkompetisi dan berbondong-bondong mencari tempat wisata yang unik dan eksotis di Indonesia kemudian mendokumentasikan di sosmed diviral ribuan kali. 
Tidak heran jika semua orang bangga mengeksplor dan mengekspos wisata Indonesia. Indonesia memang begitu kaya, kaya akan potensi alamnya, keanekaragaman hayatinya, begitu kaya akan tempat-tempat eksotisnya, keragaman budayanya. 
Menurut Kang Maman notulis ILK (Indonesia Lawak Club), "Indonesia adalah sekeping surga yang diturunkan Tuhan ke muka bumi. Terbentang antara Sabang sampai Merauke, antara Miangas sampai Pulau Rote, dengan 18.306 pulaunya.Jika setiap pulau kita kunjungi tiga hari saja, perlu 150 tahun untuk menjelajahinya atau selama dua kali lipat usia harapan hidup orang Indonesia. Jadi, setidaknya butuh hidup dua kali untuk bisa menamatkan, menelusuri seluruh pulau di negeri ini, yang di dalamnya hidup 250-an juta manusia yang terdiri dari 1.342 suku bangsa."

Apapun sebutannya, entah pecinta alam, penikmat alam, atau adventur yang penting selama melakukan perjalanan, bertualang, travelling, backpacker, atau berwisata di tanah surganya Indonesia agar memperhatikan :
[1] Tidak mengambil apapun kecuali gambar,
[2] Tidak membunuh apapun kecuali waktu,
[3] Tidak meninggalkan apapun kecuali jejak

***
Bukan Pecinta Alam atau Penikmat Alam hanya Pengagum Alam Gede Pangrango
Saya menulis tulisan ini tidak bermaksud menyudutkan suatu pihak. Saya hanya curhat, saya sudah mengalami semua itu baik mulai dari mengaku-ngaku pecinta alam, penikmat alam, petualang, pendaki gunung, dan lain sebagainya. 

Saya mengaku, saya pun dulu pernah melakukan banyak kesalahan terhadap alam. Mungkin, kawan-kawan juga ada yang tidak sadar melakukan itu, dalam lingkup pendakian gunung misalnya. Beberapa kesalahan yang saya lakukan :
[1] Melanggar 3 (tiga) poin tidak mengambil, tidak membunuh, tidak meninggalkan. Ini yang saya yakin hampir semua orang sering langgar baik secara sadar maupun tidak, termasuk saya sendiri. Di dalamnya termasuk memetik bunga yang katanya abadi, membunuh hewan atau tumbuhan yang kita tidak tahu itu dilindungi atau tidak, dan yang jelas meninggalkan sampah maupun corat coret atau dikenal dengan vandalisme.
[2] Setuju dengan konsep pendakian masal. Kita tidak pernah berpikir dari akibat pendakian massal. Sebagian besar dari kita hanya melakukan pendakian massal sebagai formalitas saja, asal program terlaksana, mengerahkan massa, menuju puncak, mengejar sunrise atau sunset, mengambil banyak foto, menemukan sesuatu atau mungkin seseorang, kemudian selesai. Tidak masalah dengan pendakian massal selama sudah dipertimbangkan dan diperhitungkan dengan resiko yang mungkin muncul. Melihat kondisi dan pemahaman setiap peserta berbeda-beda. Apakah menjamin tidak merusak atau tidak meninggalkan sampah? Itu alasan saya lebih suka mendaki gunung dengan kelompok kecil dengan anggota 3 s.d. 7 orang.
Hal yang saya sadari, ternyata saya salah. Saya keliru karena saya belum benar-benar paham makna mencintai alam. Alam itu tidak hanya gunung kawan...

Poin pentingnya, seluruh perjalanan petualangan atau wisata itu bukan masalah siapa kita, tetapi bagaimana kita. Semakin banyak gunung yang didaki semakin mengubah pemahaman saya, dan saya lebih sepakat dengan sebutan pengaggum alam. Sekali lagi, alam bukan hanya gunung, bisa air terjun, bisa gua, bisa sungai, danau, waduk, pantai, apapun itu semua adalah bagian dari alam.
Biasanya ada 2 (dua) sebab mengapa seseorang melakukan petualangan di alam :
[1] Menghabiskan ego. Ini merupakan alasan yang menurut saya cenderung positif (baca: menghibur diri penulis). Mumpung belum menikah, bisa main hingga ujung dunia, karena jika sudah tidak sendiri lagi perlu menyeimbangkan ego. Kadang harus mengesampingkan ego pribadi. Atau mumpung belum punya anak, bersama pasangan bisa jalan-jalan ke tempat-tempat tertentu. Karena jika ego belum habis, maka masih banyak tepat yang harus dikunjungi. Pada waktu ego itu habis, maka perlu menetapkan tujuan bersama sehingga memungkinkan mengubah keinginan.

[2] Pelampiasan masalah. Ini alasan kebanyakan orang, termasuk saya. Ada yang patah hati, stress di bangku kuliah, ada yang jenuh di meja kerja , dan apapun masalahnya itu. Mereka akan membuat rencana liburan untuk mencari waktu bersantai, berelaksasi, mencari kesegaran baik fisik maupun pikiran, mungkin juga hati.

Hayooo, apa alasan kawan-kawan? apapun itu ada masa akan berhenti atau bahkan memulai.

***
Menurut saya, penganggum alam adalah cara sederhana mencintai alam. Kawan-kawan tau filosofi pengaggum? Ketika seorang penganggum mencintai sesuatu, maka jika dia tidak bisa merawatnya, paling tidak, dia tidak merusaknya.
Saya lebih setuju dengan penganggum alam. Misal, ketika dia tidak mampu mengobati lapisan ozon bumi kita yang katanya mulai berlubang, sehingga menyebabkan pemanasan global. Paling tidak, bisa menanam biji benih tanaman, agar menyumbang satu warna hijau dan nol koma sekian persen oksigen untuk bumi. 

Misal lagi, ketika kita tidak bisa menghentikan maraknya kanker, paling tidak mencoba tidak merokok yang menyumbang nikotin dan berpotensi 25% sebab kanker paru-paru orang lain yang menghirup asap rokok. Karena manusia adalah bagian dari rantai makanan dalam ekosistem alam itu sendiri.

Meski, tidak bisa mencegah berbagai penyakit yang disebabkan sayuran berpestisida, paling tidak mencoba menanam sendiri kangkung yang organik.

Haha, maaf tulisan ini hanya menghibur diri. Karena hanya bisa menganggumi gunung Slamet dari atap rumah, maka bentuk mencintai alamnya hanya menanam kangkung di atas rumah. :-)

Ini bagian indahnya, mencintai alam tidak harus naik gunung kawan, tidak harus pergi ke tempat yang jauh-jauh belum dijamah siapapun. Sederhana, cukup memandang gunung Slamet dari atap rumah sambil menanam dan merawat kangkung yang menurut saya organik, karena dikolaborasikan dengan memelihara beberapa ekor ikan. Ikannya juga duharapkan organik, karena pakannya memanfaatkan sejenis lumut atau paku-pakuan.

Monday, August 08, 2016

Semua tentang Kangkung, Sayur Inspirasi Kaya Makna dan Manfaat

Kangkung itu

Tak terasa sudah 1 (satu) tahun lebih blog ini tidak terjamah. Maklum sibuk mencari apa yang harus dicari. Apalagi mencari hingga nyasar-nyasar. Begitulah kehidupan setelah wisuda.

Pada tulisan terakhir yang terkait dengan cerita masa kecil yaitu tentang gembala kambing. Pada kesempatan ini saya bermaksud memetik kangkung.

Semua tentang Kangkung, Sayur Inspirasi Kaya Makna dan Manfaat
Kangkung
Kangkung, sayur kesukaan (baca:favorit) saya sejak kecil hingga sekarang, sejak di Papua hingga di Jawa. Bayangkan, tumis kangkung disajikan dengan nasi pulen yang hangat, ditemani lauk tahu atau tempe, disandingkan dengan buah pisang ambon dan segelas susu. Air putih juga jangan lupa. Sempurna, komposisi makanan sederhana yang menyehatkan. Menu makanan tumis kangkung yang dimasak oleh ibu selalu luar biasa enak hingga sepanjang jaman, sesederhana apapun itu.

Kangkung, siapa yang tidak kenal kangkung. Dari dahulu hingga sekarang kangkung begitu dikenal oleh masyarakat. Baik masyarakat desa maupun kota. Bahkan hingga mitosnya yang katanya menyebabkan ngantuk (baca:kantuk).

Kangkung banyak dijumpai dan dibudidayakan baik di daratan maupun di perairan. Sebenarnya kangkung berasal dari india kemudian menyebar luas ke negara-negara Asia, termasuk Indonesia.

Klasifikasi Kangkung

Kangkung yang mempunyai nama latin Ipomoea aquatic Forssk, klasifikasinya sebagai berikut :
Kindom
Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom
Tracheobionta (Berpembuluh)
Superdivisio
Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisio
Magnoliophyta (Berbunga)
Kelas
Magnoliapsida (Berkeping dua/ dikotil)
Sub kelas
Asteridae
Ordo
Solanales
Famili
Convovulceae
Genus
Ipomea
Spesies
Ipomoea aquatic Forssk
Kangkung yang umum kita kenal di Indonesia ada 2 (dua) jenis (spesies) yaitu kangkung darat ( Ipomoea reptans Poir ) dan kangkung air (Ipomoea aquatic Forssk).


Morfologi Kangkung

Kangkung dapat tumbuh dalam waktu lama. Memiliki akar tunggang dan bercabang-cabang yang dapat menembus kedalam 60 – 100 cm, dan menyebar luas secara mendatar 150 cm hingga lebih, terutama kangkung air.

Batang kangkung bulat dan berlubang (berongga), berbuku-buku, dan banyak mengandung air. Kadang buku-buku tersebut mengeluarkan akar serabut yang berwarna putih dan juga berwarna agak coklat tua.

Kangkung memiliki tangkai daun melekat pada buku-buku batang dan di keiak batang terdapat mata tunas yang dapat tumbuh cabang baru. Bentuk daun memiliki ujung runcing dan juga tumpul, permukaan daun berwarna hijau.

Bunga kangkung berbentuk terompet dan memiliki daun mahkota berwara putih atau kemerahan. Dan jika menghasilkan buah berbentuk bulat atau oval yang di dalamnya memiliki tiga butir biji. Warna biji tanaman kangkung berwarna hitam (tua) dan hijau (muda).

Kandungan Gizi Kangkung

Tabel Kandungan Gizi Kangkung
Siapa sangka kangkung yang biasa tumbuh di perairan sawah, sungai dan kadang ditemui di daratan tampak seperti tanaman liar mengandung bermacam-macam zat yang berguna bagi kesehatan tubuh kita. Berikut ini beberapa kandungan gizi dari kangkung :
  1. Mengandung Zat Besi
    Zat besi pada kangkung berfungsi sebagai alat pengakut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh dan membantu pembentukan hemoglobin dalam tubuh untuk mencegah terjadinya anemia.
  2. Memiliki Kandungan Protein
    Dalam Kangkung terdapat Protein yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh, salah satunya adalah sebagai pengatur metabolisme tubuh dan sangat bermanfaat dalam proses regenerasi sel kulit.
  3. Vitamin C
    Vitamin C pada kangkung baik untuk mencegah kanker, kesehatan kulit, dan mencegah diabetes.
  4. Lemak
    Lemak dari kangkung merupakan sumber energi yang baik untuk tubuh sangat berpengaruh untuk pembetukan sel dalam tubuh dan menjaga organ tubuh.
  5. Vitamin A
    Jangan sangka kangkung juga ternyata mengandung Vitamin A yang berfungsi menjaga kesehatan mata, mempercepat penyembuhan luka, mencegah kanker, dan membantu pembentukan sperma, indung telur dan plasenta pada saat hamil.
  6. Mengandung Karbohidrat
    Karbohidrat juga terdapat pada kangkung yang berfungsi untuk menjaga metabolisme tubuh, sebagai cadangan sumber energi, dan sebagai pelindung protein agar tidak terbakar sebagai penghasil energi.
  7. Pembentuk Fosfor
    Kangkung mengandung fosfor yang sangat berguna bagi tubuh yaitu membantu kesehatan otak dan menjaga kesehatan tulang. Fosfor disini baik untuk mencegah osteoporosis.
  8. Mengandung Serat
    Kangkung mengandung serat yang baik untuk menjaga kesehatan usus, dan ada juga bagi yang sedang berdiet, kangkung sangat cocok dijadikan santapan makan untuk menu sehat. Serat juga dapat membantu dalam pencegahan diabetes dan kolestrol.
  9. Kalsium
    Kalsium juga terdapat pada kangkung yang dibutuhkan oleh tubuh untuk memproduksi enzim yang kemudian akan menjadi energi. Kurang kalsium dapat menyebabkan masalah pada tulang, seperti osteoporosis.
  10. Vitamin B1
    Vitamin B1 ini baik untuk mecegah katarak, dan membantu kerja otak. Vitamin B1 juga mampu memproduksi sel darah merah yang sangat dibutuhkan tubuh serta mampu mencegah penuaan.

  Khasiat dan Manfaat Kangkung

Allah menciptakan langit dan bumi (beserta semua yang ada di dalamnya / diantara keduanya) tidak ada yang sia-sia. Hal itu menunjukkan bahwa semua ciptaan Allah itu pasti bermanfaat termasuk juga kangkung. Berikut beberapa khasiat dan manfaat dari kangkung :

Sebagai Obat Insomnia (Sulit Tidur)
Katanya kangkung memicu kantuk, tentu ini bisa jadi pilihan bagi yang terkena insomnia. Vitamin dan mineral yang terkandung dalam kangkung memberikan efek menenangkan susunan saraf sehingga pengasupnya merasa santai dan enak tidur.

Pengobatan Gangguan pencernaan dan Sembelit
Kangkung kaya akan serat sehingga dapat membantu pencernaan, memberikan bantuan dari gangguan pencernaan secara alami. Sayuran ini memiliki sifat pencahar ringan yang bermanfaat bagi orang yang menderita gangguan pencernaan dan sembelit. Jus dari kangkung rebus bisa melonggarkan sembelit. Sayuran ini juga digunakan dalam pengobatan usus cacingan. Karena sayuran ini berisi lateks yang digunakan sebagai agen pencahar.

Mencegah Penyakit Sariawan
Seperti pada penjelasan sebelumnya, kangkung mengandung Vitamin C, yang dapat mencegah sariawan dan gusi berdarah. Daun kangkung mengandung antiseptik alami yang dapat membunuh kuman pada gigi.

Mengurangi Nyeri Haid
Kangkung dapat mengurangi rasa nyeri tak tertahankan pada saat haid. Cukup menumbuk daun kangkung lalu tambahkan air hangat, kemudian saring dan tambahkan madu agar ada rasa manis.

Sebagai Pengontrol Darah
Daun kangkung muda kaya akan zat besi sehinga bermanfaat untuk pengontrol darah dalam tubuh. Cocok bagi yang terkena anemia. Besi adalah mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh, terutama oleh sel-sel darah merah untuk pembentukan hemoglobin. Jadi, kangkung dapat mencegah pembekuan darah di pembuluh darah jantung dan otak.

Mencegah Penyakit Kolestrol
Kangkung memiliki peran besar dalam mengontrol kadar kolestrol. Kangkung menjadi pilihan yang sangat baik bagi orang-orang yang ingin menurunkan berat badan dan mengurangi kolesterol secara alami.

Perlindungan terhadap Penyakit Jantung
Kangkung mengandung vitamin A dan C serta konsentrasi tinggi betakaroten yang berperan sebagai antioksidan untuk mengurangi radikal bebas dalam tubuh, sehingga mencegah bentuk kolesterol teroksidasi. Kolesterol teroksidasi menempel pada dinding pembuluh darah, menyebabkan penyumbatan pembuluh darah, serangan jantung atau stroke .
Selain itu, folat yang terkandung dalam kangkung membantu untuk mengubah bahan kimia berbahaya yang disebut homosistein, yang pada tingkat tinggi dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke. Magnesium adalah mineral yang menurunkan tekanan darah dan memberikan perlindungan terhadap penyakit jantung juga.

Mencegah Kanker
Kangkung mengandung 13 jenis senyawa antioksidan yang merupakan diet yang sempurna untuk pencegahan kanker. Antioksidan ini dikenal untuk menghilangkan radikal bebas dari tubuh, sehingga mengubah kondisi di mana sel-sel kanker berkembang biak dan memperkuat lingkungan sel alami. Sayuran ini dikatakan paling menguntungkan dalam pencegahan kanker kolon dan kanker perut serta kanker kulit dan payudara.

Pengobatan Penyakit Kuning dan Masalah Hati
Kangkung telah digunakan dalam pengobatan Ayurveda untuk pengobatan penyakit kuning dan masalah hati. Sebuah penelitian telah membuktikan bahwa ekstrak tumbuhan ini dapat memberikan perlindungan terhadap bahan kimia yang disebabkan kerusakan hati akibat modulasi enzim detoksifikasi, antioksidan dan sifat pembersih radikal bebas.

Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Kangkung adalah cara murah dan alami meningkatkan kekebalan tubuh dibandingkan dengan suplemen vitamin C. Konsumsi sayuran berdaun hijau ini secara teratur meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda dan meningkatkan perkembangan yang sehat dari tulang. Kangkung menetralkan dan menghilangkan racun sehinga berkontribusi untuk tubuh yang sehat.

Mencegah Bau Mulut
Kangkung dapat menghilang bau pada mulut, karena kangkung mempunyai minyak esential yang dapat mengurangi bau pada mulut.

Sangat Baik untuk Ibu Hamil
Kangkung bermanfaat bagi ibu hamil terutama bagi ibu yang menyusui yaitu memperlancar ASI.

Anti Diabetes
Konsumsi kangkung secara teratur kangkung membantu dalam mengembangkan perlawanan terhadap diabetes yang diinduksi stres oksidatif. Hal ini juga digunakan dalam pengobatan diabetes pada wanita hamil.

Menjaga Kesehatan Ginjal
Dengan sifatnya yang diuretik, kangkung melancarkan buang air kecil sehingga baik bagi kesehatan ginjal.

Menjaga Kualitas Otak
Perlu diketahui, kangkung juga mengandung Omega 3 yang bermanfaat bagi kualitas otak. Bagi yang sedang hamil, hanya perlu mengkonsumsi kangkung untuk menjaga kualitas otak janin. Pada masa pertumbuhan Anak, para ibu hanya perlu memberikannya asupan gizi yang cukup untuk meningkatkan kecerdasan otak Anak.

Menjaga Kesehatan Mata
Kandungan tinggi karotenoid, vitamin A dan lutein pada kangkung sangat penting untuk kesehatan mata. Kangkung juga meningkatkan kadar glutathione, yang memainkan peran penting dalam mencegah katarak.

Menumbuhkan Rambut
Kangkung sangat disarankan untuk dikonsumsi untuk menjaga kesehatan rambut. Kangkung dapat menjaga dan menumbuhkan rambut yang rontok secara alami. Dengan begitu, rambut akan tetap sehat dan terjaga.

Meremajakan Kulit
Manfaat kangkung untuk kulit telah dikenal untuk waktu yang lama. Seperti yang dinyatakan sebelumnya, sayuran ini merupakan sumber vitamin A, vitamin C, karotenoid dan lutein. Mineral ini sangat penting untuk kulit sehat dan bercahaya.

Mengobati Penyakit Kulit
Kangkung dapat digunakan sebagai obat luar untuk mengobati penyakit kulit seperti kurap, kaki kapalan dll. Sayuran ini juga membantu dalam pencegahan kanker kulit.
Mengkonsumsi kangkung secara teratur membantu menjaga kulit yang cerah dan sehat. Kangkung dapat dibuat jus, konsumsi secara teratur membantu dalam penyembuhan gangguan kulit seperti jerawat dan bekas jerawat serta pengobatan eksim dan psoriasis.
Karena sifat penyembuhan dan detoksifikasi, kangkung membantu dalam memberikan bantuan dalam kasus gatal kulit atau gigitan serangga. Tambahkan garam ke kangkung dan menggilingnya menjadi bubuk. Oleskan pada tempat yang sakit dan membungkusnya untuk memberikan bantuan segera.

Anti Penuaan
Kangkung kaya akan antioksidan kimia yang mencegah kerusakan akibat radikal bebas dari sel-sel dalam tubuh, sehingga sel-sel kulit lebih tahan dari kerusakan akibat paparan sinar matahari dan meminimalkan kerutan sampai batas yang signifikan. Dengan cara mengkonsumsi rutin sayuran ini bisa mencegah dan membalikkan penuaan

Belajar dari Kangkung

Berdasarkan Al Qur’an, penciptaan langit dan bumi (beserta semua yang ada di dalamnya / diantara keduanya) terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berakal (berpikir).

Bisa jadi penciptaan kangkung pun ada pelajaran yang dapat kita ambil hikmahnya. Pelajaran dari kangkung, menurut saya (versi ekosmax.com), antara lain :
  • Kesederhanaan
    Kangkung bentuknya yang apa adanya. Mudah dijumpai dan dibudidayakan. Begitu sederhananya kangkung sehingga harganya pun tergolong relatif lebih murah dibanding sayuran jenis lain.
  • Universal
    Kangkung dapat ditemukan dimana saja, baik di pasar tradisional maupun supermarket/ swalayan. Dikonsumsi oleh siapa saja, baik kalangan menengah ke bawah maupun menengah ke atas. Dari anak-anak hingga orang dewasa.

  • Rasa Cinta
    Menurut pelaku usaha kangkung, budidaya kangkung gampang-gampang susah. Secara umum memang mudah, tetapi jika ingin hasil optimal maka perlu perawatan yang intensif. Setiap prosesnya perlu dilakukan dengan ketulusan tidak tergesa-gesa karena keuntungan semata.
  • Cukup
    Kita mengetahui bahwa kangkung termasuk salah satu jenis makanan berserat. Jadi mengkonsumsinya tidak boleh berlebihan.
  • Bermanfaat
    Seperti yang dikemukakan pada pembahasan sebelumnya, kangkung yang begitu sederhana. Bahkan yang katanya sumber mitos mengantuk, ternyata memiliki segudang khasiat dan manfaat.
  • Visioner
    Mengapa sama-sama kangkung, tetapi harga kangkung di pasar tradisional dan pasar swalayan berbeda?

Filosofi Kangkung

Kangkung sarat makna, hingga menjadi inspirasi peribahasa dalam terminologi Jawa sebagai “pasemon” atau kiasan untuk memudahkan pemahaman akan suatu makna yang sangat dalam, rumit dicerna dan sulit dibayangkan dengan imajinasi akal-budi. Berdasarkan The Science & Miracle of Zona Ikhlas (Erbe Sentanu), berikut salah satu saloka (kalimat kiasan) tentang kangkung yang digunakan dalam wacana falsafah Kejawen :
  • Lurua galihe kangkung (Carilah batang kangkung)
  • Nulisa tanpa papan ing papan tanpa tulisan (Menulislah tanpa papan tulis di atas papan tanpa tulisan)
  • Mibera kaya tapak kuntul melayang (Bergeraklah seperti bayang-bayang bangau terbang)
  • Mengko sira bakal ketemu ning nang nung (Nanti kau akan mendapatkan kebeningan, ketenangan, dan keberhasilan)

Petuah di atas mengandung makna yang merupakan kunci suskes sebagai berikut :

Kita selayaknya memperhatikan dan mempelajari batang Kangkung yang berongga, kosong dan tidak berisi. Batang yang kosong ini merepresentasikan hati yang kosong. Hati yang kosong adalah hati yang selalu ikhlas.

Setelah kita mengikhlaskan hati, maka tetapkanlah tujuan, cita-cita, atau pecapaian yang ingin diraih dalam hati, yang tidak lain adalah niat. Niat harus berlandaskan pada hati yang ikhlas.

Berusaha mewujudkan cita-cita atau tujuan yang telah diniatkan dengan kekuatan seperlunya tanpa harus dipaksakan sehingga mengakibatkan stress. Berusahalah dan serahkan hasilnya kepada Yang Maha Memberi, tidak perlu stress atau bahkan saling sikut untuk menjatuhkan orang lain.

Jangan lupa selalu meminta doa restu orang tua, terutama adalah ibu. Nang ning nung merupakan suatu doa seorang ibu agar anaknya menjadi orang yang berpikiran dan berhati jernih (ning/bening), dapat hidup dengan tenang (nang/tenang) dan meraih keberhasilan (nung/dunung).

Analisa dan Tren Usaha Budidaya Kangkung


Pada pembahasan sebelumnya kita belajar dari kangkung, salah satunya adalah visioner. Mengapa sama-sama kangkung, tetapi harga kangkung di pasar tradisional dan pasar swalayan berbeda? Jika dijabarkan, maka beragam alasannya.

Seperti diketahui, kangkung merupakan jenis makanan yang sangat digemari oleh masyarakat luas terutama masyarakat di pedesaan. Selain harganya yang sangat murah, terjangkau untuk semua kalangan dan mudah untuk di dapat. Karena harganya murah, banyak petani kini enggan menanam sayur kangkung. Mereka lebih memilih komoditas lain yang dianggap memiliki nilai jual ekonomis lebih tinggi.

Padahal, menurut petani kangkung budidaya sayur ini lebih mudah. Hasil budidaya juga menguntungkan karena biaya produksi yang murah dan masa panen yang singkat yaitu sekitar 25 - 30 hari. Waktu panen yang cepat pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor perawatan dan pemeliharaan yang tepat.

Menurut beberapa referensi, mengapa sama-sama kangkung tetapi beda tempat harga berbeda. Ternyata perbedaan tersebuh selain karena perbedaan cara budidaya juga dari segi pemasaran. Saya menjadi semakin penasaran, sehingga saya melakukan penelurusan melalui internet. Saya mendapatkan hasil bahwa :

  • Kangkung yang harganya murah adalah kangkung yang dibudidaya secara konvensional non organik, menggunakan pupuk kimia agar masa panen lebih cepat. Sasaran jual untuk kalangan masyarakat menengah ke bawah. Pemasaran kangkung ini biasanya dilakukan dengan dijual di tempat atau pasar tradisional, hingga ke tangan pedagang sayur keliling.
  • Kangkung yang harganya mahal adalah kangkung yang dibudidaya secara konvensional tetapi organik, menggunakan pupuk organik dengan masa panen normal. Sasaran jual untuk kalangan menengah ke atas. Pemasaran kangkung ini biasanya dilakukan selain dijual di tempat dengan dibubuhi label organik, dijual di pasar swalayan (supermarket).

Tahukah anda, dari tadi kita menyebut budidaya kangkung secara konvensional. Lantas, adakah cara budidaya kangkung yang tidak konvensional? Kembali, saya melakukan studi pustaka, hingga menemukan cara budidaya kangkung yang tidak konvensional.

Cara ini sebenarnya sudah tidak asing di telinga kita, hanya saja jarang dilakukan untuk skala besar, mempertimbangkan biaya investasi yang relatif tidak murah. Cara ini dikenal unik karena termasuk budidaya tanaman tanpa tanah. Budidaya tanaman tanpa tanah ini kerap disebut dengan istilah hidroponik. Dahulu, sistem budidaya secara hidroponik hanya untuk kepentingan hobi. Namun, saat ini menjadi tren bisnis yang menggiurkan.

Berdasarkan penelusuran online, ternyata dalam dunia pertanian terutama dalam dunia budidaya kangkung ada satu nama yang sangat booming, mendadak menjadi viral dan perbincangan hangat di media sosial. Sebut saja Chalie Tjendapati yang mampu meraup penghasilan Rp 97,2 juta perbulan hanya dari kangkung.

Kangkung yang dibudidaya secara hidroponik lebih berkualitas, menguntungkan dan memiliki nilai jual tinggi.

Budidaya kangkung dengan teknik hidroponik menghasilkan produk kangkung berkualitas dan berproduksi tinggi karena asupan nutrisi dan kebutuhan air terjamin.

Chalie Tjendapati  penghasilan Rp 97,2 juta perbulan dari kangkung hidroponik
Charlie Tjendapati, sumber gambar : abyspacetion.blogspot.com
Menurut hasil hitung-hitungan Charlie, budidaya kangkung hidroponik memang menguntungkan. Jika terdapat 86.400 lubang tanam, 1 kg kangkung ada 64 tanaman dalam 16 lubang tanam (setiap lubang tanam ada 4-5 tanaman). Berarti jumlah panen sekitar 86.400 : 16 = 5.400 kg. Jika panen kangkung pada umur 20 hari, maka setiap 10 hari akan panen sekitar 2.700 kg atau 8.100 kg perbulan. Asumsi harga kangkung Rp 12.000 per kg dengan hasil panen 8.100 kg perbulan, maka pendapatan yang diperoleh sekitar 8.100 kg x Rp. 12.000 = Rp 97.200.000 perbulan.

Hasil panen kangkung menjadi tinggi nilai jualnya jika dijual di supermarket atau pun restoran-restoran di kota besar.

Kangkung, Inspirasi Masa Depan?


Dahulu, waktu saya di Papua, yang saya tahu satu-satunya sayur yang saya suka yaitu kangkung. Meski banyak yang mengatakan mitosnya kangkung menyebabkan kantuk. Namun, saya tetap suka, karena kandungan gizi dan aneka khasiat dan manfaat dari kangkung. Selain itu, banyak hikmah pula yang dapat dipetik dari cerita-cerita tentang kangkung.

Saya juga masih ingat, menanam kangkung di sana sangat mudah, tinggal sebar bibit dengan jarak tanam tertentu. Saya tidak mengolah tanah karena di daerah saya saat itu tanahnya subur dan gembur.

Sekarang, saya baru paham ternyata budidaya kangkung gampang-gampang susah. Proses tanam hingga panen, menurut petani kangkung relatif mudah. Namun, untuk mendapatkan hasil yang berkualitas dan waktu panen yang singkat perlu keuletan dalam melakukan perawatan dan pemeliharaan.

Sistem budidaya kangkung kini lebih modern dengan sistem hidroponik. Sistem ini diklaim sebagai sistem yang mampu menghasilkan produk kangkung yang berkualitas. Tidak kotor karena nyaris tanpa tanah.

Di masa depan, kebutuhan kangkung yang bebas dari bahan kimia berbahaya menjadi utama. Tentu kangkung organik untuk kesehatan tubuh akan menjadi pilihan. Tidak terlepas dari tujuan bisnis, bisa dikolaborasikan antara budidaya kangkung organik secara modern. Itulah yang menjadi inspirasi saya, budidaya sayur organik secara modern.

Sistem budidaya ini menggabungkan sistem tanpa tanah (hidroponik) dengan kehidupan akuakultur (makhluk air).

Jika ada kesempatan, sistem ini akan saya bahas di tulisan berikutnya.
(Saat ini, masih dalam tahap melakukan penelitian kecil-kecilan tingkat hobi)


Sumber referensi studi pustaka :
agroteknologi.web.id, diakses pada 07 Agustus 2016
bisnisisgiving.blogspot.co.id, diakses pada 07 Agustus 2016
halosehat.com, diakses pada 07 Agustus 2016
trubus-online.co.id, diakses pada 07 Agustus 2016

Sunday, May 17, 2015

Aku yang Dilanda Rindu

Ilustrasi Rindu via Ermaynee
Rindu, sesuatu yang tidak dapat diukur. Sebab jika dapat diukur, kita dapat menentukan batasan ukurannya. Ada jarak tertentu hingga waktu tertentu. Sungguh, rindu tidak dapat diterjemahkan bahkan dengan kata-kata sekali pun. Sebab jika diterjemahkan dengan kata-kata. Kata-kata itu masih belum mampu mewakili rindu itu sendiri. Ya rindu, jika dicari ada jutaan definisinya sesuai dengan kondisi si pemberi definisinya. Jika boleh saya sederhanakan dari berbagai sumber, rindu itu ruang yang tercipta karena bentangkan jarak dan waktu. 

Tentang rindu. Bukan maksud saya menceritakan seseorang bernama rindu. Bukan pula membuat sinopsis tentang novel berjudul Rindu karya Tere Liye. Atau rindu rindu yang lain. Ini hanya rindu. Rindu pada seseorang atau mungkin sesuatu. Tanpa maksud berambigu. Ini hanya kerinduan pada sesuatu. Ada ruang yang sering bergejolak ketika melihat KTP (Kartu Tanda Penduduk). Ya rindu pada tanah kelahiran. Ya rindu pada sebuah tempat, tanah kelahiran  saya, Papua.

Maka, pada postingan kali, saya tidak akan menulis banyak kata. Saya hanya mengumpulkan gambar-gambar dari hasil gugling.

Papua, itulah nama yang sekarang lebih dikenal. Padahal dulu saya mengenalnya sebagai Irian Jaya. Waktu itu saya masih berada di kabupaten Jayawijaya, Kecamatan Asologaima. Sebuah daerah yang sangat asri dan termasuk lebih maju dibanding kecamatan-kecamatan lain. Meskipun, saat itu belum bisa menikmati yang namanya enerji listrik dari PLN. 

Perubahan nama Irian Jaya menjadi Papua terjadi pada zaman presiden K.H. Abdurrahmah Wahid (Gus Durur).  Gus Dur menyatakan, setuju pergantian nama Irian Jaya menjadi Papua. Persetujuan itu bukan akibat tekanan siapa-siapa, tetapi karena nama Irian Jaya merupakan manipulasi dari bahasa Arab yang artinya telanjang.
 "Mulai sekarang, nama Irian Jaya menjadi Papua. Mungkin waktu itu, penggembala-penggembala Arab melihat teman-teman di sini masih memakai koteka," kata Gus Dur ketika berdialog dengan tokoh masyarakat Irian Jaya di Jayapura, Jumat (31/12) malam.

Sedikit mengobati rasa rindu, maka berikut ini daftar beberapa foto tempat dan keunikan dari pulau di ujung timur Indonesia.

Puncak Carstensz Pyramid, puncak Indonesia rasa Mount Everest, Nepal
Puncak Carstenz Pyramid merupakah satu dari 7 gunung yang digolongkan sebagai 7 summit. Puncak Carstenz sering juga disebut puncak jaya. Puncak jaya merupakan destinasi yang sangat tenar bagi sebagian besar pendaki.



Raja Ampat, pulau Indonesia rasa Phi Phi Island, Thailand
Raja Ampat, sudah sangat kondang bagi semua orang. Siapa si hari gini tidak mengenal Raja Ampat. kepulauan yang terdiri dari empat pulau besar yaitu Waigeo, Misool, Salawati, Batanta dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Menurut laporan dari The Nature Conservancy, sebanyak 75% spesies laut dunia ditemukan di perairan Raja Ampat.






Danau Sentani, Jayapura



Lembah Baliem, Wamena, Jayawijaya
Lembah Baliem merupakan tempat tinggal suku Dani, Yali dan Lani yang terletak di sekitar Pegunungan Jayawijaya. Kalau lembah baliem ini, tidak hanya satu objek wisata. Di dalamnya ada beragam wisata mulai dari interaksi langsung dengan orang orang suku asli setempat yang masih menggunakan koteka (laki-laki) dan rok rumbai (perempuan). Dan sebenarnya, daerah ini sungguh dekat dengan daerah kelahiran saya. Di sini kita akan benar-benar mengenal adat istiadat suku, rumah honai, bakar batu, pasar tradisional, simulasi perang adat, makanan buah merah, kelapa hutan, hmm apa lagi ya. Oh ya kerajinan tangan asli orang papua, alat musik pikon, dan masih banyak lagi.







Kurulu, Wamena, Jayawijaya
Kalau dengar kata Kurulu, saya jadi teringat zaman masih dalam pangkuan Ibu dan Bapak. Ya masa kecil saya sering diajak main ke daerah sini. 
Eko Sudarmakiyanto kecil dalam pangkuan ibu di pasir putih Kurulu (c) Eko Sudarmakiyanto



Teluk Cendrawasih, Wondama & Nabire, Papua Barat


Danau Paniai, Paniai, Papua


Pantai Bosnik, Biak, Papua


yang lain (gambar menyusul, kehabisan paket) :

Situs Purbakala Tapurarang, Goa Kokas, Fak Fak, Papua Barat
Pulau Mansinam
Teluk Triton, Kaimana, Papua Barat
Desa Tablanusu, Depapre, Jayapura, Papua
Pantau Amai, Depapre, Jayapura, Papua
Telukn Wondama & Pulau Rumberpon, Manokwari, Papua Barat
Rumah Pohon Suku Korowai
Danau Samares, Biak
Danau Uther, Samaru, Sorong, Papua Barat
Danau Framu, Sorong, Papua Barat
Sungai Ajikwa, sungai Indonesia rasa Amazone, Amerika Selatan
Kota Tembagapura, Kemegahan kota di hutan rimba
Air Terjun Ban, Sorong, Papua Barat
Taman Nasional Lorentz, Taman Nasional Terbesar di Asia
dll

Saturday, May 09, 2015

Pernah Ada atau Mungkin Masih Ada

Pernah Ada via afiftalilia
Ingat-ingat, pernah ada. Mungkin kau, kau, atau kau. Pokoknya mah kau lah. Pernah ada sesuatu yang tersembunyi di relung hati terdalam. Sesuatu yang benar-benar tidak ada yang tahu. Katanya, itu adalah hal paling rahasia. Rahasia antara kau dan Tuhan. 

Dibilang rahasia, akan tetapi teman-teman dekat, kadang suka menerka-nerka. Menebak-nebak apa yang ada di dalam sana. Kadang ada yang tebakannya benar, eh malah pasang wajah inosen. Seolah-olah itu tidak benar. Teman-teman jadi tambah penasaran. Kadang juga tebakannya sedikit melenceng, justeru membuat wajah penuh tanda tanya, "kok bisa sih?". Namun, itulah kawan, mereka sungguh pandai menghubung-hubungkan sesuatu, seperti penelitian, mulai dari mengamati, menganalisa, membuat hipotesa, dan hingga membuat kesimpulan. Itu membuat geli, lucu, dan aneh. Namun, hati membenarkannya. Tak jarang juga yang memerahkan pipi tanda tersipu malu. "Tidak akan ngaku, meski hati teriak bahwa kagum  itu ada. Tapi lisan meyangkalnya".

Judulnya pernah ada. Eh jangan-jangan masih ada ya?
Masih ada yang betah tersembunyi di dalam hati. Cie cie...
Eits salah, yang tersembunyi mungkin tidak betah, kau saja yang betah menyembunyikannya. Sedikit-sedikit bisa nebah nih. Itu perasaan ya. Perasaanmu pada seseorang yang telah lama disembunyikan, begitu rapi disimpan dalam hati.

Menurut orang, dia sungguh biasa. Namun, bagi kita, dia adalah orang yang luar biasa. Hal apapun tentangnya merupakan sesuatu yang menyenangkan. Mulai dari kabarnya, kebiasaannya, dan tentu senyumnya. Iya tidak?

Sayang, hanya bisa melihatnya dari jauh. Melihatnya bahagia pun rasanya turut bahagia. Melihatnya sedih pun turut sedih. Namun, bisa apa, rasa ingin mengurangi kesedihannya, tak bisa. Apa daya, diri yang tak mampu menjangkaunya. Sungguh indah melihat dia senyum dari jauh. Eh waktu ia mendekat. Walau sekedar bilang "hai", dan nyebut nama kita, tiba-tiba ada sesuatu yang menggema. Ada yang bergerak kencang, berdetak semakin keras, sungguh aneh. "Hanya bisa melihatnya dari jauh. Sembari membisik doa lirih, agar Allah menjaganya selalu dalam kebaikan".

Sepertinya memang lebih baik mengagguminya dari jauh. Bukan karena tak mampu mengungkapkan. Hanya tak mampu melihatnya kacau jika dia tahu rasa ini. Oh, tidak kok malah jadi ribet gini ya. Lucu jadinya, kalau sakit gara-gara mikirin yang dikagumi. Padahal yang dikagumi belum tentu mikirin kamu. Iya tidak? "Meski rasa ini melelahkan pemiliknya, tetapi entah kenapa masih saja banyak orang yang memeliharanya".

Sudah-sudah, kagum pada seseorang itu tidak salah. Katanya itu anugerah yang auranya merah jambu. Jadi dijaga jangan sampai yang begitu indah dengan warna merah jambu itu menjadi "virus" merah jambu. 

"Mengaggumi dalam diam", bagi sebagian besar orang dianggap sebagai hal yang sia-sia, pengecut, pecundang, penakut, cemen, dll. Iya benar, memang penakut, takut dosa. Tau tidak, kalu boleh kasih pendapat, menganggumi dalam diam itu lebih perkasa dibanding yang langsung mengungkapkan perasaannya itu. Mengapa, orang yang langsung mengungkapkannya, hanya berjuang hari itu. Namun, pada penganggum dalam diam, harus berjuang berhari-hari, berminggu-minggu, bertahun-tahun hingga tiba di batas waktu yang telah ditentukan oleh-Nya. Perjuangan tidak hanya dengan waktu, tetapi dengan diri sendiri, mengelola gejolak jiwa yang ada. Menjaga hati yang diaduk-aduk tak karuan rasanya. "Bbanyak alasan tuk bisa jatuh hati, tapi karena tahu diri, kita tak akan menghampiri. Cukup mengagumi dalam diam".

Ini lah saat kita diuji. Apakah kekaguman itu membuat kita melejit atau malah terjatuh. Jika tak mampu mengelola kekaguman itu kita bakal terjatuh dalam jurang kegalauan. Lambat laun akan memangsa kita dalam keterpurukan, tak sadar kita termakan usia. Hanya penyesalan yang ada.

Namun, jika kekaguman itu dikelola sesuai porsinya, itu akan menjadi pemicu semangat. Tak lantas kekaguman padanya mengalahkan kekaguman pada-Nya.  Sebab, "kekaguman tidak menjadikan kita lupa siapa yang harus kitab puji dan puja. Hanya Allah saja, tidak ada lainnya. Maka, kekaguman yang diberikan oleh-Nya melalui dirinya selayaknya menjadi semangat untuk terus meningkatkan kualitas diri, semakin memantaskan diri. Agar pada waktunya nanti kita benar-benar siap memperoleh jawaban atas doa yang selama ini kita panjatkan kepada-Nya.

Jadi, mengaggumi dari jauh bukan tak berani mengungkapkan. Hanya menjaga perasaan hingga pada waktunya. Mungkin saat ini hanya mampu mengaggumi dari jauh. Tidak berani menjangkaunya karena takut dosa. Suatu saat tunggu pembuktiannya. Akan ada pangeran yang menjemput bidadarinya, akan ada bidadari yang dijemput pangerannya, dan menjadi kekasih halal. Kawan petualang menuju Firdaus-Nya. Hehe :-D

Intermezzo :
Download Menganggumi Dari Jauh - Tulus
Download Maidany - Jangan Jatuh Cinta
Download Marry Your Daughter - Brian McKnight
Download Yovie & Nuno - Janji Suci

Saturday, May 02, 2015

Belajar Bukan Sekedar Belajar : Memaknai Sejarah Hari Pendidikan Nasional

Ilustrasi belajar :
Nur Faiz Darmahidayanto belajar mengaji (c) Eko Sudarmakiyanto
Belajar, belajar dan belajar. Mungkin bagi sebagian besar dari kita adalah kata yang kerap kali terdengar begitu jelas di telinga. Kata yang jelas tetapi membosankan untuk dijalani. Kata-kata yang selalu dingatkan oleh seorang ibu tanpa rasa bosan. Banyak dari kita yang hanya sebatas tahu bahwa belajar adalah berangkat ke sekolah, mendengarkan guru, mencatat pelajaran, menulis tugas, membaca tulisan, berhitung, pulang sekolah, mengerjakan PR, itu saja. Pokoknya sesuatu yang menurut kita memusingkan. Belajar yang kita sukai ya kalau bukan menggambar ya menyanyi. 

Belajar itu
Arti umum sejak kecil, belajar itu proses perubahan dari tidak tahu menjadi tahu, tidak bisa menjadi bisa.

Menurut para ahli, Winkel, Belajar adalah suatu aktivitas mental / psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilakn perubahan - perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, dan sikap-sikap.

Menurut Ernest R. Hilgard belajar merupakan proses perbuatan yang dilakukan dengan sengaja, yang kemudian menimbulkan perubahan, yang keadaannya berbeda dari perubahan yang ditimbulkan oleh lainnya. Sifat perubahannya relatif permanen, tidak akan kembali kepada keadaan semula. Tidak bisa diterapkan pada perubahan akibat situasi sesaat, seperti perubahan akibat kelelahan, sakit, mabuk, dan sebagainya.

Jadi, belajar itu proses perubahan di dalam kepribadian manusia dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku. Jika boleh saya ambil intinya, dalam arti sederhana belajar merupakan proses mental melakukan perubahan menjadi lebih "baik" tercermin dari tingkah laku.

Belajar dalam renungan
Belajar merupakan hak dan kebebasan bagi siapapun. Tidak terbatas waktu dan tempat, pun tidak terbatas umur dan gender. Artinya siapapun bebas dan bisa melakukannya. Jangankan manusia hewan saja bisa belajar, seperti anak elang yang melakukan penerbangan pertama.

Namun, sudah menjadi sifat yang manusiawi adanya rasa "malas" dan "mood" manusia yang selalu berubah setiap saat. Oelh karena itu, muncullah suatu "sistem" yang mengatur dan mengarahkan manusia agar dapat belajar sesuai dengan sasaran dan tujuan yang hendak dicapai. Sistem itu sekarang kita kenal sebagai "pendidikan".

Pengertian Pendidikan dalam UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 1. menjelaskan bahwa, "Pendidikan adalah  usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan  proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara."

Dahulu, pendidikan bukahlah hak setiap manusia. Hanya golongan/ kalangan tertentu yang berhak mengenyam pendidikan. Di Indonesia saat zaman penjajahan Belanda, hanya kalangan anak-anak priyayi pribumi dan orang Belanda yang memiliki hak pendidikan. Pendidikan saat itu pun terdapat kepentingan komersial dari Belanda.

Kondisi saat itu, rakyat harus berjuang agar bisa benar-benar belajar. Belajar adalah impian setiap anak-anak muda. Belajar itu memudahkan tetapi tidak bisa diraih secara mudah. "Banyak orang yang mau belajar, tetapi tidak ada kesempatan".

Perjuangan yang dipelopori Ki Hadjar Dewantara, bermaksud memberikan kesempatan kepada semua kalangan untuk mendapatkah hak pendidikan. Pendidikan yang memajukan pemikiran. Pemikiran untuk meraik kemerdekaan. Kemerdekaan yang sesungguhnya.

Namun, kondisi saat ini sungguh 360 derajat berbalik. " Kesempatan belajar terbuka lebar, tetapi kebanyakan orang tidak mau". Belajar harus dipaksa, harus diiming-imingi dulu dengan sesuatu yang menyenangkan.

Dulu orang menuntut pendidikan, sekarang pendidikan yang menuntut orang. Jadi, orang yang butuh pendidikan atau pendidikan yang butuh orang. Jika benar orang yang butuh pendidikan lantas apa alasan tidak mau belajar? Mungkin dengan sedikit mengetahui sejarah pendidikan nasional, kita akan tergugah betapa pentingnya belajar. Betapa indahnya nikmat belajar.

Sejarah Pendidikan Nasional
Hari pendidikan nasional yang diperingati setiap tanggal 02 Mei tidak terpisahkan dari cerita sejarah dan sosok seorang pahlawan yang bernama Ki Hadjar Dewantara. Tanggal 02 Mei sebenarnya merupakan tanggal lahir Ki Hadjar Dewantoro. Siapa Ki Hadjar Dewantoro, sehingga tanggal lahirnya diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional ?

Ki Hadjar Dewantoro
Ki Hadjar Dewantoro
Ki Hadjar Dewantoro di Yogyakarta pada 2 Mei 1889 dan diberi nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat yang berasal dari keluarga di lingkungan kraton Yogyakarta, putra dari GPH Soerjaningrat, dan cucu dari Pakualam III. Beliau sempat bersekolah di ELS dan STOVIA. Pernah juga menjadi wartawan di beberapa surat kabar terkemuka di zaman itu dengan tulisan yang inspiratif, kominikatif dan antikolonial.

Saat masih di STOVIA, beliau aktif berorganisasi  yang bergerak dalam bidang ekonomi, sosial, dan kebudayaan yaitu Boedi Oetomo (EYD : Budi Utomo) yang berdiri pada tanggal 20 Mei 1908. Pendiriannya menjadi tonggak permulaan pergerakan nasional di Indonesia sehingga sekarang diperingati sebagai Hari Kebagkitan Nasional.

Kemudian Soewardi bersama E.F.E. Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo dikenal sebagai Tiga Serangkai mendirikan organisasi politik pertama Indische Partij pada 25 Desember 1912. Hal yang paling terkenal adalah saat beliau menulis sebuah tulisan berjudul, "Als ik een Nederlander was" yang artinya seandainya aku seorang Belanda sebagai bentuk sindiran dan protes terhadap pemerintah Hindia Belanda. Akibatnya tiga serangkai di asingkan ke Belanda.

Saat pengasingan di Belanda, mereka bergabung dan aktif di organisasi Indische Vereeniging yang pada mulanya bergerak di bidang sosial dengan tujuan pesta dansa dan pidato. Namun sejak tiga serangkai bergabung, kemudian tahun 1925 Indische Vereeniging namanya berubah menjadi Perhimpunan Indonesia, dan menerbitkan majalah Indonesia Merdeka, tahun 1926 dibawah pimpinan Mohamad Hatta, tujuannya pun berubah menjadi Indonesia Merdeka.

Di Belanda, Soewardi merintis cita-cita memajukan kaum pribumi hingga memperoleh Europeesche Akte yang merupakan ijazah ilmu pendidikan sebagai pijakan mendirikan lembaga pendidikan. Soewardi terpikat pada ide-ide sejumlah tokoh pendidikan Barat, seperti Froebel dan Montessori, serta pergerakan pendidikan India, Santiniketan, oleh keluarga Tagore. Pengaruh ini merupakan dasar mengembangkan sistem pendidikan sendiri.

Taman Siswa
Sekembalinya dari Belanda tahun 1919, beliau bergabung di sekolah binaan saudaranya dan bekal mengajar ini sebagai bekal mendirikan Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Nasional Tamansiswa pada 03 Juli 1922. Saat beliau genap berumur 40 tahun, beliau mengganti namanya menjadi Ki Hadjar Dewantara, menghilangkan gelar nama kebangsawanan agar lebih merakyat.

Prinsip dasar pendidikan Taman Siswa yang menjadi pedoman bagi seorang guru dikenal sebagai Patrap Triloka, yaitu konsep yang dikembangkan oleh Suwardi setelah ia mempelajari sistem pendidikan progresif yang diperkenalkan oleh Maria Montessori (Italia) dan Rabindranath Tagore (India/Benggala). Patrap Triloka memiliki unsur-unsur (dalam bahasa Jawa):
ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani
di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan
Kalimat inilah yang kini menjadi panduan dan pedoman dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Dalam kabinet RI pertama beliau diangkat menjadi Menteri Pengajaran Indonesia (Menteri Pendidikan Nasional). Pada tahun 1957 ia mendapat gelar doktor kehormatan (doctor honoris causa, Dr.H.C.) dari Universitas Gadjah Mada. Atas jasanya dalam merintis pendidikan umum, beliau dinyatakan sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia dan hari kelahirannya dijadikan Hari Pendidikan Nasional (Surat Keputusan Presiden RI no. 305 tahun 1959, tanggal 28 November 1959). Beliau meninggal dunia di Yogyakarta tanggal 26 April 1959 dan dimakamkan di Taman Wijaya Brata

Potongan Sejarah di Sisi Lain
K.H Ahmad Dahlan
Jika kita membaca kembali sejarah, khususnya tentang organisasi-organisasi pergerakan nasional. Maka, kita akan menemukan organisasi lain di bidang pendidikan yang didirikan pada 18 November 1912 di kampung Kauman, Yogyakarta. Artinya pendiriannya 10 lebih awal dari Taman Siswa. Dari dahulu hingga sekarang kita masih mengenalnya dengan nama yang sama, organisasi itu adalah Muhammadiyah yang didirikan oleh K. H. Ahmad Dahlan. Kegiatannya banyak membangun sekolah dan melakukan kegiatan sosial, dan sarana pendidikan, tetapi dalam menjalankannya berpegang pada prinsip syariat Islam. Tujuan pendirian Muhammadiyah antara lain : memajukan pengajaran dan pendidikan berdasarkan agama Islam, mengembangkan pengetahuan ilmu agama dan cara-cara hidup menurut peraturan agama Islam yang diselaraskan dengan kehidupan modern. Dan sejak awal Dahlan telah menetapkan bahwa Muhammadiyah bukan organisasi politik tetapi bersifat sosial dan bergerak di bidang pendidikan.

Pendirian Muhammadiyah merupakan wujud kesadaran akan bahaya penyimpangan. Penyimpangan menyebabkan ajaran Islam bercampur-baur dengan kebiasaan di daerah tertentu dengan alasan adaptasi yang dikenal sebagai klenik dan gimik-gimik spiritual nyeleneh. Kiprah K.H. Ahmad Dahlan di dunia pendidikan itu diawali juga sebagai pengajar di sebuah sekolah milik para priayai dan kalangan anak-anak Belanda, berlahan ia pun mampu mengubah persespsi bahawa Islam itu fleksibel serta toleranasi dengan ilmu pengetahuan, bahkan lebih logis dan dapat diterima baik dari kalangan kaum elit atau juga rakyat jelata pada saat itu.

Memaknai Hari Pendidikan Nasional
Belajar Sepanjang Waktu
Apapun ceritanya di masa silam, bagaimana pun kontroversinya. Tidak masalah kan siapa yang jadi pahlawan? Toh para pengajar (guru) itu pahlawan tanpa tanda jasa. Itu bukan masalah. Pendidikan tidak harus dingat cuma sehari, tetapi setiap saat. Toh kewajiban kita belajar tidak terbatas waktu dan umur kan? Seperti pepatah yang sering kita dengar "Long Life Education (pendidikan seumur hidup)". Atau jika kita ingat saat mengaji di masa kecil ada sabda Nabi, "Utlubul ‘ilmi minal mahdi ilal lahdi (Tuntutlah ilmu mulai dari buaian sampai [menjelang] liang lahat)".

Belajar untuk Kebahagiaan
Hal paling penting dalam pendidikan adalah bagaimana kita memahami "makna" belajar dengan segala kemudahan saat ini. Sejarah mengajarkan pada kita bahwa "belajar butuh perjuangan", "belajar itu untuk meraih kebahagiaan, kebahagiaan lahir dan batin, kebahagiaan dunia dan akhirat". Masih malas belajar?
"Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang. Jika engkau tak tahan lelahnya belajar, engkau akan menanggung perihnya kebodohan."
- Imam Syafi'i

Untuk apa belajar?
Memang benar belajar itu menjadikan kita yang tidak tahu menjadi tahu. Namun, belajar itu bukan sekedar itu.

Belajar bukan sekedar mencari gelar dan mendapat ijazah. Jika kita mengartikan sesempit itu tentu kita bakal mengeluh karena biaya pendidikan terlampau mahal, seleksinya susah. Berarti hanya orang kaya saja yang bisa mengenyam pendidikan tinggi terlebih di perguruan tinggi bergengsi ternama.

Belajar bukan sekedar membuat kita pintar. Jika sempitnya arti seperti itu berarti banyak pendidikan yang gagal, atau belajarnya gagal. Kita pernah menemukan banyak orang, atau  bahkan terjadi pada diri kita sendiri. Setelah menimba ilmu, setelah lulus sekolah. Kita merasa tidak mendapat apa-apa, tidak bisa apa-apa, tidak ada perubaan apa-apa.

Bahkan jika belajar itu sekedar sekolah formal, berarti Indonesia gagal mencapai tujuannya, mencerdaskan kehidupan bangsa. Kita tahu banyak yang tidak berkesempatan mengenyam pendidikan formal.

Belajar itu lebih dari yang kita kira.
Do not learn to be successful, but to raise the soul Jangan belajar untuk menjadi sukses, tapi untuk membesarkan jiwa
- Three Idiots
Karena katanya sukses itu bukan kemapanan materi esok kita jadi apa. Namun kemapanan jiwa dan emosi, esok bagaimana kita menjadi lebih bijak dan dewasa.

Saya setuju dengan yang diungkapkan oleh Tere Liye,
Anakku, kalau kau besar kelak, maka ingatlah selalu:
1. Jangan sekadar belajar bahasa (entah itu bahasa indonesia, inggris atau lainnya), tapi lebih penting belajar menulis.
2. jangan sekadar belajar IPA, fisika, biologi, kimia tapi juga memahami kebijakan alam dan keseimbangan.
3. Jangan sekadar belajar IPS, geografi, ekonomi, sosiologi, dsbgnya tapi juga melihat dunia membentang luas dgn keberagaman dan kesamaan
4. jangan sekadar belajar PMP, PPKN atau apalah nanti namanya, tapi juga tentang etika, moralitas dan kepedulian
5. jangan sekadar belajar matematika, aljabar, kalkulus dsbgnya tapi lebih penting belajar nalar dan sistematika
6.Terakhir, yang paling penting, jangan sekadar belajar agama, lengkapilah dengan akhlak terpuji dan kebermanfaatan.

Ilustrasi belajar via Deviatart
Belajar itu bukan sekedar proses perubahan menjadi lebih baik. Terlebih baik menurut relativitas manusia. Namun baik dalam arti yang sebenarnya, baik menurut Allah. Pepatah bilang, "Dengan ilmu hidup menjadi mudah, dengan teknologi hidup menjadi murah, dengan iman hidup menjadi terarah".

Belajar itu menyelaraskan antara pikiran dan hati yang kemudian menggerakkan fisik. Jadi, belajar itu proses perjuangan agar berubah menjadi lebih baik, memberi kita pemahaman agar terarah dan membawa keberkahan. Itulah ilmu yang bermanfaat yang diamalkan, tidak hanya memberi kebaikan untuk diri sendiri, keluarga, bangsa, negara atau agama, tetapi juga alam semesta bahkah hingga kembali pada-Nya.