Thursday, December 08, 2011

Coklat Monggo Kasih Tak Sampai

Produk varian Cokelat Monggo

Cerita PKL STIE Bank BPD Jateng :
(Yogyakarta, 07 Desember 2011)

Setelah mengunjungi Coca Cola Amatil ( infony uda banyak bgt di internet), saya beserta seluruh mahasiswa jurusan manajemen STIE Bank BPD Jateng langsung menuju Chocolate Monggo. Jujur, saya tidak ada bayangan mengenai perusahaan ini, denger aja sewaktu dalam perjalanan menuju Yogya. Saya pikir produknya adalah coklat yang isinya buah mangga, wahh kaya apa tuhh...

Sampe di tempat sudah sangat sore, karena waktu molor saat di Coca Cola Amatil. Jadi saat itu langsung liat produksi coklat per kelompok yang telah di tentukan sebelumnya. Hmm, saya pikir nantinya liat masin-mesin besar pembuat coklat, kaya yang di laptop si unyil tuhh...

Loyang coklat digebug wanita perkasa
Masuk pekarangan pabrik, busett, ternyata tempat membuat cokelat Monggo itu kaya rumah biasa, saya beserta teman kelompok dipandu sama mbak2, duhh lupa namanya siapa. Weitss, tak pikir mau masuk tu rumah, eh ternyata cuma boleh ngintip2 dari jendela n kaca2 besar. Katanya di di sana sangat steril dan dijaga banget ke-higienisannya juga biar tidak mengganggu karyawannya. Katanya juga, serangga pun kagax bisa masuk. Dari belik jendela terlihat banyak cewe yg banting2 loyang yang isinya coklat yang telah dilelehkan, de]g gaya kaya pe-SmackDown, bagg bugg, jebrett, benggg, pkoknya suaranya brisik. Mereka memastikan agar tidak ada udara salam cetakan coklat, karena itu nantinya akan mempengaruhi tekstur dan berpengaruh lagi pada rasanya.

Ini bagian utamanya, terakhir saya n tmen2,masuk bagian penjualan (alias tokonya), wahh lumayan juga varian coklatnya. Alhamdulillah yah, ternyata ada produk tester di beberapa keranjang, bungkusnya ada yg warna merah, putih, ungu, ijo, dll lupa soalnya. Saya pikir warna itu tidak pengaruh sama rasa, ternyata sebagai tanda pembeda rasa juga. Saya makan 1 biji ( dalam hati bilang, busett kecil banget, kaya permen), lenyap dalam sekejab di dalam mulut. Saya kira 1 orang hanya boleh ngrasain 1, eh ternyata temen2 pada ngrasain banyak banget, pdahal saya cuma rasa 1. Mereka pada crita dapet yang pedes lah, dapet yg rasa manis lah, dsb, saya cuma ngrasain  rasa manis.

Setelah selesai nyobain rasa coklat, kami semua kembali ke tragtag untuk mendengarkan penjelasan dari pihak Chocolate Monggo (lupa namanya, yg jelas dia bagian marketing). Intinya mareka menjelaskan sejarah singkat perusahaan, trus Strengh dari Chocolate Monggo, yaitu dari segi  ingredient, Packaging, Processing ( cara membuat). Jadi coklat ini merupakan coklat belgia (yg buat pertama kali orang bergia) dibuat dari dark chocolate couvertures, dibungkus dengan kertas FSC, dan dibuat dengan tangan murni ( Pure Handmade). Selesai penjelasan plus quiz, saatnya sesi belanja cokelat.

Foto toko di tempat pembuat Cokelat Monggo
Menuju toko cokelat milik Chocolate Monggo, wah teman-teman begitu semangat dan antusias memadai tempat untuk memborong seluruh varian coklat itu. Jujur dan benar2 jujur saya juga sebenarnya ingin banget membeli 1 ato dua kotak, buat oleh2 lah, sayang apalah daya. Saya cuma bisa buka HP, buka Opera Mini, ketik facebook.com dan menulis : "ada want utk mmbeli ssuatu, ttpi tdak ada ssuatu yg bwt beli ssuatu itu...
Jd, jdule ssuatu bgd..." kemudian share, hehe, cukupa menggambarkan alasanlah...

Catatan :
Alamat Chocolate Monggo
Jl. Dalem KG III/978 RT 043/RW 010
Kel. Purbayan Kotagede 55173
Yogyakarta – Indonesia

Diam Itu Emas, Bicara yang Baik Itu Permata
EmoticonEmoticon