Saturday, December 17, 2011

Galau Galau Galau, Ada Nasehat dari Si Kakek di Masjid Agung Surakarta

Hmmm, sebenarnya aku tidak tau apa tu artinya galau. Tapi kata om google trend kata itu sangat populer. Lgian aku baru saja ngalami kegalauan ini ( mantan galauers), tapi alhamdulillah dapet penyelesaian ketika mengikuti acara SET 1 COMES STIE Bank BPD Jateng, di Surakarta ( Solo), Sabtu, 17 Desember 2011, tepatnya saat menjelang Shalat Maghrib di Masjid Agung Surakarta.
Apa itu galau...?
Ada yang bilang Galau adalah suatu keadaan dimana kita memikirkan suatu hal secara berlebihan, bingung apa yang harus dilakukan dengan suatu hal ini .. Dengan pikirannya sendiri sehingga menimbulkan efek emosi melabil, pikiran pusing, dan mendadak insomnia. Apapun artinya galau itu ga enak rasanya. Biasanya korban galau ini sering nyetatus di efbe kaya aku, hehe, motifny jg macam2, ada yg cari perhatian, ada juga yg emang cari saran, n yg pasti buat observasi(alibi).
Hati-hati kalo galau menyerang...!
Banyak yg bilang galau itu kaya virus, nyerang secra tiba2 pada waktu yg tidak kita inginkan. Ada juga yg bilang kaya jelangkung, datang tak diundang pulang tak dianter. Galau itu nyerang di segala bidang persoalan, tapi yang biasanya sering terjadi ga jauh dari persoalan asmara (cinta). Tapi kalo galau yg aku alami si bukan soal itu, tapi lebih soal cita. Kegalauan memungkinkan korbannya menjadi solah memiliki masalah yang tak berujung, hidup ga jelas, penuh kebimbangan, dll. Tentu ini bikin kita jadi negative thingking, parahnya kalo negative thingkin sama Allah, sampe bilang kalo Allah itu ga Adil. Astagffirullah, padahal Allah itu sungguh Maha Adil dan Bijaksana. Trus apa coba kalo kita udah negative thingking sama Allah, tentulah iman kita jadi melemah, intensitas ibadah jadi turun, kalo dimasukin dalam statistik, maka grafiknya terus menurun, lebih buruk lagi kalo lingkungan dan teman2 kita itu ngajak ke hal2 negatif, wah komplit deh tu kekuatan buat nambah galau super parah.
Trus, apa yg harus dilakukan buat ngadepin si galau itu...?
Kalo secara sederhana si, biar ga galau ya jangan dipikir tu galau. Tapi gimana caranya ya...? hehe...
Aku mau crita ni, hikmah ketika mngikuti SET 1, terutama hikah berkaitan dg kegalauan. Awalnya aku rada ragu bisa ikut ato ga, solanya lagi dapet ujian sakit. Tapi aku ingat sabda Rasul, “Aku mengagumi seorang mukmin karena selalu ada kebaikan dalam setiap urusannya. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur (kepada Allah) sehingga di dalamnya ada kebaikan. Jika ditimpa musibah, ia berserah diri (dan menjalankannya dengan sabar) bahwa di dalamnya ada kebaikan pula.” (HR Muslim). Jadi, dengan niat karena Allah, cari ilmu, cari pengalaman, juga cari solusi galau, aku berusaha mengikuti rangkaian acara demi acara. Mohon maaf juga pada temen2 panitia yg lain, sebagai Sie. Acara mungkin aku ga maksimal dan ga bisa meng-handle penuh seluruh acara.
Jadi setelah acara demi acara terlewati, dan saat itu selesai wisata dari PGS, kami semua menuju Masjid Agung untuk menjalankan ibadah Shalat Maghrib. Namun saat itu jam menunjukkan pukul 17.10, Adzan belum berkumandang. Jadi, sambil menunggu adzan, tmen2 memanfaatkan buat Istirahat. Ketika aku duduk dengan mas Ubet (pembicara yg kita undang buat ngisi SET 1), tiba2 aku penasaran dg salah seorang  temanku yg sedang berbicara dg orang tua (kakek). Entah apa yg membuat aku penasaran dan tergetar hati untuk mendekatinya dan bergabung dalam percakapan. Memang kita sama sekali tidak menyebut atau menyinggung soal galau. Tapi aku tau apa yg beliau katakan bisa jadi penyelesaian rasa galau.
Beliau banyak memberikan nasehat, bahwa sudah selayknya setiap manusia itu bersyukur. Karena pada dasarnya Allah selalu memberikan nikmat dalam keadaan apapun. Mungkin Allah tidak memberikan apa yang kita inginkan, tetapi Allah selalu mengerti dan memberikan apa yang kita butuhkan. Dan yakin bahwa setiap pilihan yang Allah berikan adalah yang terbaik bagi kita. Mungkin kita pernah merasa menjadi orang yang paling sial paling tidak beruntung, hidup bertantakan di dunia ini, sesungguhnya itu karena kita tidak ikhlas menerima kenyataan hidup. Padahal jika kita menikmatinya, sungguh kita akan tersadar bahwa Allah sangat sayang pada kita. Si Kakekny itu menderita liver akut, dia juga tidak bisa makan, dia hanya bisa makan, temulawak yang telah dihancurkan dan minum air garam. Seketika itu aku berpikir, kalo aku sungguh beruntung, bersyukur hnya diuji dg sakit tapi bukan peynakit. Patutkan aku mengeluh, atau hanya bermalas-malasan karn sakit. Padahal kaya Allah ktika skit dosa dilebur, dan jika kita berpikir, kita akan mnyadari bhwa hidup itu sangat berharga. Si Kakeknya juga memberikan petuah, " jadi orang itu jangan emosi, karena itu emosi bisa jadi penghambat kesuksesanmu, kemudian yg terpenting bagi Allah itu adalah bagaimana dg hati kita, Allah itu tidak butuh Ilmu yg kita punya, tidah butuh harta yg kita punya, krn semua itu justeru yg Allah berikan pada kita, tapi yg pnting bagaimana hati kita selalu ikhlas dalam ibadah kpd'a, bagaimana kita menjaga hati, bagaimana kita mmbawa hati". Sebenarnya masih byak lagi, hanya saja, aku rada lupa lupa ingat, maklum manusia yg tidak sempurna.

Apa solusi buat galau?
Kalo berdasarkan nasehat dari Si Kakeknya itu, kuncinya ada pada kata Hati Ikhlas.
Jadi, teman2 bisa menyimpulkan kan...
Apa si yg buat kita galau? sesungguhnya segala sesuatu itu telah diatur sama Allah, Ingat rukun Iman ke-6 deh...
Jadi, apapun yg terjadi Yakin itu pilihan dari Allah, dan Pilihan Allah itu adalah yang Terbaik. Pilihan Allah yg diterima dg Hati yg Ikhlas tentun membuat diri kita selalu enjoy tanpa ada virus Galau...
Insya Allah...

Karena yakin sama percaya itu beda

Diam Itu Emas, Bicara yang Baik Itu Permata
EmoticonEmoticon