Sunday, April 29, 2012

Bersama COMES STIE Bank BPD Jateng Mengikuti Deklarasi Gerakan Kebangkitan Ekonomi Ummat

COMES STIE Bank BPD Jateng bersama Ir. Heppy Trenggono, M.Kom
Semarang, 29 April 2012, dilatarbelakangi oleh dominasi produk asing di Indonesia membuat kita menjadi orang asing di negara sendiri dengan kata lain produk asing telah menjadi tuan rumah di Indonesia. Jika sebelum tahun 1945 kita tidak menguasai tanah air kita, hari ini ternyata kita tidak menguasai kehidupan kita sendiri. Untuk itulah klita harus menguasai pasar di negeri sendiri. Kejayaan ekonomi Indonesia ada di tangan kita sendiri. Maka Deklarasi Gerakan Kebangkitan Ekonomi Ummat pun diselenggaran di berbagai penjuru tanah air tak terkecuali di Semarang tepatnya di Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah.

Rangkaian acara tersebut berlangsung dari tanggal 28 - 29 April 2012, terdiri dari :
  1. Workshop How to Be Debt Free (Convention Hall, 29 April 2012) dengan pemateri Ir. Heppy Trenggono, M.Kom. 
    Materi yang disampaikan olehnya kurang lebih soal bagaimana agar terbebas dari jerat hutang, yitu kita tidak boleh menjadi orang biasa melainkan menjadi orang luar biasa, dan orang luar biasa itu tidak boleh kaya, karen harus memberikan banyak manfaat kepada yang lain. Kemudian juga menjelaskan hakikat kaya adalah karakter/mentalitas. Karakter itu adalah kebiasaan seseorang yang tanpa disadari berjalan secara otomatis. Untuk membangun karakter 1. Seberapa sadarkah tentang JATI DIRI kita? 2. Apa yang kita YAKINI 3. Apa yang kita BELA? Kemudian di uraian juga 4 level rezeki dalam hidup kita, 1. Semua makhluk telah diberi REZEKI oleh Allah TANPA TERKECUALI 2. Allah memberikan REZEKI sesuai KERJA 3. Allah memberikan REZEKI BERLIPAT GANDA dari kerjanya 4. Allah memberikan REZEKI TANPA DISANGKA-SANGKA untuk orang yang BERTAKWA.
  2. Deklarasi Gerakan Kebangkitan Ekonomi Ummat (Convention Hall, 29 April 2012). Pembicara : Bpk. Hasan Toha Putra, Bpk. Heppy Trenggono, KH Mahmud Ali Zain, Ketua MUI Jawa Tengah, Kepala BI Semarang, Rektor UNDIP, dan banyak lagi tokoh pengusaha, tokoh organisasi keagamaan, dan tokoh masyarakat yang diakhir acara yang bersama-sama menandatangani komitmen bersama untuk memajukan ekonomi ummat dalam Gerakan Kebangkitan Ekonomi Ummat.
  3. Pengobatan Massal Penyakit Jantung (Halaman MAJT, 28 April 2012). 
  4. Bazaar dan pameran produk yang dimeriahkan oleh berbagai lomba anak-anak (Halaman MAJT, 28 – 29 April 2012). Lewat bazaar dan pameran produk yang mempertemukan produsen dengan agen atau distributor dan investor dengan peluang bisnis.
Dibalik Almamater Almamater Berwarna Kuning Membawa Nama COMES dan STIE Bank BPD Jateng
Pada deklarasi tersebut sebenarnya diundang juga 100 Mahasiswa untuk mendukung Gerakan Kebangkitan Ekonomi Ummat. Bahkan Rektor Undip Prof. Sudharto pun memberikan sambutan  akan dukungannya mencetak generasi entrepreneur untuk membangun ekonomi ummat, tidak menganjurkan mahasiswa menjadi pegawai, terutama asing. Namun, tidak terlihat mahasiswa yang mengenakan almamaternya. Semua terlihat sama, semua adalah masyarakat umum. Pada penandatanganan komitmen, saya bersama teman-teman COMES STIE Bank BPD Jateng dengan bangga mengenakan Almamater Kuning kebanggaan kampus kami. 
Dalam kerumunan sempat semua mata tertuju pada kami, karena warna yang begitu kontras dan mencolok. Kami tak peduli itu, dalam hati kami, kami ingin menunjukkan kami juga sangat antusias mendukung Gerakan Kebangkitan Ekonomi Ummat. Kami juga ingin membuktikan bahwa STIE Bank BPD Jateng sebenarnya pun ingin mencetak profesional bisnis yang nantinya dapat menguasai produksi menguasain pasar Indonesia, hal itu tergambar dalam tagline STIE Bank BPP Jateng, "Pencetak Kader Profesional Bisnis dan Perbankan"

Download Presentasi
Kami dari STIE Bank BPD Jateng : Ken Ulinuha, Nurkhasanah, Eko Sudarmakiyanto, Farouk Alhuda, Dwi Prayogo, Dita Aditama, David Frankiki, Putra Abu Yasid, Ari Agung, Danang, Octi Nur Ulfa S., Dian Septi

Karena yakin sama percaya itu beda

3 comments

Diam Itu Emas, Bicara yang Baik Itu Permata
EmoticonEmoticon