Thursday, November 28, 2013

Apakah Diam Itu Cinta?

Lagi-lagi soal cinta lagi yang dibahas. Cinta itu luas dan luar biasa, dalam tulisan ini mengacu cinta pada versi "asmara". Siapa yang tidak tahu soal cinta, dari jaman purba hingga jaman facebook saat ini semua hafal di luar kepala. Jadi cinta bukanlah kata yang asing bahkan sangat dekat dan begitu manis didengar, meski kenyataannya tidak semua merasakan demikian. Tak heran kata cinta menjadi begitu kerap digunakan dalam segala hal, apakah begitu menginspirasi ataukah begitu pasarannya. Dimana-mana ada cinta, dari novel, buku, film, ceramah, doa, dan yang tidak kalah banyak yaitu lirik lagu, status facebook dan twitter. 
Ini contohnya :
Ada yang bilang cinta itu, maaf seperti kentut, ditahan menyakitkan, dikeluarkan takut malu. Jadi banyak yang bilang cinta itu harus diekspresikan atau diungkapkan. Pertanyaannya, apakah cinta sesederhana itu sehingga bisa langsung diungkapkan? ( menurut saya  yang notabene belum pernah mengungkapkan).

Pertanyaan selanjutnya, apakah salah kalau cinta itu tidak diungkapkan segera? Meski yang dicinta mungkin tidak cinta, yang dirindu tidak rindu, yang dipikirkan tidak memikirkan, salahkah? Apakah salah memiliki sebuah keyakinan bahwa cinta itu tidak sesederhana kata cinta? Apakah salah kalau cinta diungkapkan sekali seumur hidup dibawah Ridha-Nya? Tentu ini butuh bekal bukan sekedar keberanian atau kata-kata saja. Toh cinta itu soal "rasa" bukan sekedar kata yang "disuarakan". Jadi apakah diam itu cinta? (jawab di dalam hati masing-masing)

Karena yakin sama percaya itu beda

1 comments so far

Wah, baru baca blognya Eko ternyata seruuuu, thanks kakak atas karya luar biasanya, hehe

Diam Itu Emas, Bicara yang Baik Itu Permata
EmoticonEmoticon