Sunday, November 27, 2011

Termenung Memandang Si Capung yang Begitu Istimewa

Capung
Capung yang begitu istimewa dan mengispirasi
Inspirasi dari Diksar Mapala Argawana Angkatan IX di Kiskendo pada tanggal 26 November 2011. Hampir lupa, satu gambar yang aku ambil ketika Diksar Mapala Argawana Angkatan IX berlangsung, tepatnya saat sesi SRT ( Single Rope Technique). Seperti biasa, bermodal kamera punya orang, menjauh dari teman-teman, cari tempat yang sedikit lebih tenang ( buat ngobatin kegalauan, laper belum makan, hehe). Awalnya si iseng-iseng aja ngambil gambar serangga yang kata orang jaman dulu sebagai si naga terbang alias capung. Namun, lama-lama PW jg duduk sambil memperhatikan tu capung. Jadi inget pas jaman kecil dulu di Papua, sering mainan capung sama temen-teman asli sana. Kita bikin jebakan pake getah, pake plastik yang di taruh di ujung tongkat, sampe nangkap langsung secara perlahan. Aku nangkep capung  karena aku suka bentuknya mirip banget sama helikopter, maklum dulu kan pernah punya cita-cita jadi pilot. Dipikir-pikir kasian juga ya tuh capung buat mainan, akhirnya mati juga ditangan anak kecil, udah sayapnya di sobek, dimasukin toples pula. Waduhh, pokoknya capung is memorable dan begitu istimewa dan kita bisa belajar darinya.
Kembali ke tempat diksar, saat itu rasanya tenang banget, apalagi ketika pasang gaya nglamun ( padahal lagi merenung, introspeksi diri plus cari hikmah, bahasa kerennya muhasabah). Sebenarnya banyak banget yang bisa kita pelajari dari tu capung.

Apa itu Capung...?
Siapa si yang ga tau capung, tapi untuk definisi resminya menurut mbah wiki :
Capung (dragonfly)
Capung atau sibar-sibar adalah kelompok serangga yang tergolong ke dalam bangsa Odonata.Ia jarang berada jauh-jauh dari air, tempat mereka bertelur dan menghabiskan masa pra-dewasa anak-anaknya. Namanya dalam bahasa daerah adalah papatong (Sd.), kinjeng (Jw.), coblang  (Jw.), kasasiur (bjn).
Capung (subordo Anisoptera) umumnya bertubuh relatif besar dan hinggap dengan sayap terbuka atau terbentang ke samping.

Habitat
Capung  menyebar luas, di hutan-hutan, kebun, sawah, sungai dan danau, hingga ke pekarangan rumah dan lingkungan perkotaan. Ditemukan mulai dari tepi pantai hingga ketinggian lebih dari 3.000 m dpl.Capung lebih suka berdiam pada tempat-tempat terbuka.

Klasifikasi
Kerajaan          :           Animalia
Filum               :           Arthropoda
Kelas               :           Insecta
Ordo                :           Odonata
Upaordo          :           Epiprocta
Infraordo         :           Anisoptera
Tahukah Teman-teman, 7 Fakta Unik tentang Capung...?
Ternyata ada hal unik dari capung, aku juga tau itu gara-gara liat On The Spot, apa aja itu, ini dia :
  1. Capung merupakan salah satu serangga purba, mereka sudah ada di bumi sejak 300 juta tahun yang lalu. Fosil capung terbesar yang pernah ditemukan di bumi mempunyai ukuran lebar sayap lebih dari 3 meter.
  2. Hewan ini adalah serangga golongan Odonata dengan lebih dari 5000 spesies berbeda yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Di Amerika Serikat saja terdapat lebih dari 400 spesies, apalagi Indonesia yang luas ini pasti lebih banyak spesies capung yang hidup.
  3. Capung sering berada di permukaan air karena capung menaruh telur-telurnya yang kemudian akan menetas menjadi larva. Mereka juga sangat awas dengan daerahnya seperti permukaan ait tersebut sehingga sering kita jumpai dua capung yang berkelahi satu sama lain untuk memperebutkan daerah kekuasaan.
  4. Walaupun kelihatannya sangat indah,  capung sebenarnya adalah serangga yang ganas. Sejak menetas dari telur mereka adalah karnivora yang suka menyatap hewan lain. Pada saat masih larva, mereka memakan plankton, ikan-ikan kecil, serta larva lain. Disaat  sayap mereka mulai berkembang, capung muda memiliki bagian tubuh khusus yang berada di sekitar kepalanya yang berfungsi sebagai tongkat untuk memudahkan menangkap ikan-ikan kecil. Di saat dewasa capung merupakan predator alami dari nyamuk sehingga populasi capung yang banyak bisa menjadi pengontrol yang efektif dalam menanggulangi ponyebaran nyamuk pada suatu tempat.
  5. Hampir seluruh masa hidup capung sebenarnya dihabiskan pada saat mereka larva. Larva capung sendiri hidup kira-kira 3 tahun, setelah itu mereka baru bermetamorfosis menjadi capung dewasa yang bersayap. Capung dewasa ini hanya bertahan hidup beberapa minggu karena tujuan mereka bermetamorfosis tersebut hanya untuk menemukan pasangan agar bisa melangsukan perkawinan dan akhirnya bisa melanjutkan keturunan.
  6. Sayap capung bagian depan lebih panjang daripada sayap capung bagian belakang. Bentuk sayap seperti ini membuat capung dapat terbang sangat cepat hingga 50 km per jam dan dapat dapat melakukan berbagai manuver di udara mulai dari bergerak ke samping, belakang sampai menyusuri suatu permukan benda. Kelihaiannya dalam terbang tersebut menobatkan mereka sebagai serangga tercepat yang ada di bumi. 
  7. Salah satu hal paling menarik yang ada pada capung adalah bentuk matanya. Serangga ini memliki mata yang besar dengan ribuan lensa yang bersegi-segi seperti pada lebah. Dengan mata yang besar dan bersegi-segi tersebut, capung dapat melihat ke segala arah. Hal inilah yang membuat kita agak kesulitan ketika ingin menangkap hewan ini walaupun dari belakangnya sekalipun.
Capung Sahabat dan Sumber Inspirasi Manusia, serta Gambaran Kebesaran Allah
Capung Sahabat Manusia
  • Buat anak-anak pecinta alam, petani, atau ilmuwan/peneliti mungkin sudah banyak yang tau kalo keberadaan capung juga dapat dijadikan sebagai indikator baik buruknya mutu lingkungan. Jadi capung merupakan hewan bioindikator air bersih atau petunjuk hayati, yang dapat memberi informasi kondisi lingkungan perairan di sekitar kita. Alasanya : Capung mengalami metamorfosis ( apa itu metamorfosis bisa tanya sama mbah gugel),  bermula dari telur yang biasanya di letakkan di tumbuhan air, kemudian berubah menjadi nimfa yang menghabiskan hidupnya di dalam air. Nimfa ini tidak bisa hidup di dalam air yang kotor atau tercemar. Sehingga adanya nimfa dan capung di sebuah lingkungan air menjadi pertanda baiknya mutu air tersebut.
  • Di dalam kondisi air yang baik, nimfa ini ikut juga menyelamatkan kita dari bahaya nyamuk. Pasalnya nimfa memburu dan memakan jentik-jentik nyamuk yang akan menjadi bakal nyamuk dewasa. Perburuan ini pun berlanjut sampai nimfa berubah menjadi capung dewasa. Capung dewasa ikut berburu nyamuk sebagai mangsa mereka. Sehingga secara tidak kita sadari capung juga tidak kalah besar jasanya seperti bubuk abate dan obat nyamuk yang ikut menyelamatkan kita dari bahaya nyamuk terlebih nyamuk aedes aegypti penyebar virus DBD. Bahkan bisa dibilang ini adalah cara yang alami bebas dari nyamuk tanpa bahan kimia yang aman bagi lingkungan.
  • Lingkungan hidup seperti sawah juga ikut terbantu dengan keberadaan capung. Saat tumbuhan padi mulai agak tinggi kadang ada saja hama yang menyerang dan memakan daun dan pokok padi. Ngengat, kepik dan walang sangit itu yang kadang jadi predator bagi tumbuhan padi. Tapi syukurlah alam sudah menyiapkan capung di sawah milik petani untuk mengatasi hama tersebut. Biasanya capung akan memangsa hama ini sambil terbang dan hama itu ditangkap dan menjadi mangsanya.
Capung Sumber Inspirasi Manusia
  • Sayap capung ini dapat mengepak sangat cepat sehingga membuat kecepatan terbangnya tergolong fantastis. Bayangkan saja capung ternyata mampu terbang dengan kecepatan lima puluh kilometer per jam. Capung juga mampu terbang dan menahan posisi terbangnya di udara serta dapat jungkir balik di udara dengan sangat baik. Selain itu capung juga mempunyai mata yang spesial karena memiliki mata mikro berjumlah tiga puluh ribu buah. Dengan keistimewaan mata mikronya ini capung mempunyai penglihatan yang luar biasa sehingga dapat menghindari kecelakaan saat terbang. Dari keistimewaan cara terbangnya inilah lalu muncul inspirasi dari para ahli untuk membuat bentuk helikopter dengan sistem terbang yang canggih seperti capung yaitu helikopter sikorsky. Luar biasa sekali, dari seekor makhluk kecil seperti capung bisa membawa inspirasi dahsyat bagi para ahli mesin terbang.
  • Oy, katanya capung juga mengajarkan kita untuk romantis dan penuh kasih sayang. Menurut pengamat capung, kalo capung sedang bercinta alias kawin, mereka membentuk gambar hati (love). Selain itu, saat sang betina akan melahirkan telur-telurnya. Sang betina biasanya akan mencari tumbuhan air untuk meletakkan telurnya. Saat bertelur inilah rentan sekali adanya pemangsa yang mengincar. Untuk mengatasi itu sang jantan kadang ikut menunggui proses bertelur ini. Begitu setianya mereka sebagai capung. Manusia juga pasti bisa lebih setia pada pasangannya. Kalau sudah begitu tak pernah ada yang namanya selingkuh bahkan perceraian.
Capung Gambaran Kebesaran Allah
Adalah Allah, Tuhan seluruh alam, yang menciptakan semua makhluk hidup, dan masing-masing dari mereka adalah bukti keberadaan-Nya. Di samping Allah, tak ada kekuatan lain yang mampu menciptakan seekor lalat sekali pun. Fakta ini dinyatakan oleh Allah dalam Alquran:
يا أيها الناس ضرب مثل فاستمعوا له إن الذين تدعون من دون الله لن يخلقوا ذبابا ولو اجتمعوا له وإن يسلبهم الذباب شيئا لا يستنقذوه منه ضعف الطالب والمطلوب
Artinya :
Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah. (QS. Al-Hajj, 22: 73)

Coba Teman-teman juga renungkan, Metamorfosis Capung adalah Analogi Kehidupan
Metamorfosis itu juga dirasakan oleh capung yang unik dan istimewa. Berawal dari telur, kemudian berubah menjadi nimfa dan bertahan hidup sendiri di dalam air, berjuang untuk naik ke daratan dan menghadapi bahaya sendirian untuk berubah menjadi capung dewasa yang istimewa. Pelajaran besar di balik proses metamorfosis capung ini menginspirasiku dan kita semua bahwa segala sesuatu dalam hidup itu harus ada proses dan kerja keras. Di dalam proses itu ada perjuangan, jatuh bangun, cara bertahan, dan akhirnya sampai pada fase hasil. Semuanya tergantung juga pada kerja keras kita. Bayangkan jika nimfa ini malas untuk keluar dari air, mungkin tidak ada capung dewasa yang menjadi inspirasi membuat helikopter sikorsky. Begitu pula kita sebagai manusia yang jauh lebih sempurna harus lebih berani bekerja keras dan berani dalam menghadapi proses hidup untuk keluar sebagai yang paling istimewa. Aku jadi termotivasi juga untuk menjadi pribadi dewasa yang berani menghadapi tantangan hidup, berani bermetamorfosis untuk menjadi istimewa seperti naga terbang itu. Menjadi istimewa karena bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bahkan juga untuk dunia.

Aku menarik nafas panjang. Begitu luar biasa ciptaan Tuhan. Rasanya tidak ada satupun makhluk yang diciptakan sembarangan. Semua diciptakan rapih dan terpikirkan matang. Tak terkecuali capung. Teknologi pun belum mampu menyaingi ciptaan Tuhan ini walaupun para ahli tetap berusaha untuk meneliti. Dari ciptaan Tuhan inilah yang membuat aku semakin percaya betapa besarnya kekuasaan Tuhan atas alam dan membuat aku bersyukur atas segala nikmat yang Allah SWT berikan karena sudah diciptakan dengan nikmat akal dan pikiran yang sempurna sebagai manusia sehingga bisa membaca pelajaran di balik rahasia alam Mu ini. Terima kasih pula atas nikmat alam yang luar biasa indah dan menyimpan segala macam pelajaran berharga yang tersembunyi termasuk dari seekor capung yang biasanya menjadi bahan mainan anak-anak tapi ternyata mempunyai keistimewaan yang menginspirasi banyak hal.

Oleh karena itu, agar semakin banyak yang mendapatkan inspirasi dan manfaat dari keberadaan capung maka sebaiknya kita juga ikut menjaga keberlangsungan hidup mereka. Sederhana saja. Melalui tindakan menjaga lingkungan agar tetap asri terutama lingkungan air seperti sungai misalnya saja dengan tidak membuang sampah dan limbah ke sungai. Serta perbanyak menanam pepohonan sebagai penghasil oksigen agar capung juga menghirup udara segar dan bisa menemukan mangsa kecilnya di pepohonan tersebut. Dengan begitu semoga anak cucu kita mendatang dapat mengambil pelajaran dan mengenal capung secara nyata bukan hanya sebatas cerita dari sang orang tua.

Karena yakin sama percaya itu beda

Diam Itu Emas, Bicara yang Baik Itu Permata
EmoticonEmoticon