Saturday, January 10, 2015

Pesona Cewek Hitam Manis

Pesona Cewek Hitam Manis
Ilustrasi Cewek Hitam Manis via Simply Indonesia
Katanya cewek (baca: wanita) adalah makhluk indah yang penuh kelembutan dan kasih sayang. Wanita diciptakan oleh Tuhan sebagai anugerah untuk semua makhluk di jagat raya. Bahkan saya hingga kehabisan kata untuk menggambarkan betapa berharganya peran wanita. Membicarakannya selalu mendebarkan jiwa kaum Adam, dan menjadi topik yang hangat dan aktual di mana saja untuk semua kalangan. Begitu juga dengan pak ustadz yang menggambarkan keistimewaan wanita sebagai perhiasan dunia. Hal itu sesuai kutipan sabda Rasulullah SAW :
 "Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita shalihah." (HR. Muslim dan Nasa'i)
Siapa Cewek itu?
Pada petualangan keliling desa di Kecamatan Patimuan, sebuah kecamatan di Kabupaten Cilacap paling barat bagian selatan saya menaruh kekaguman pada peran seorang wanita. Ayo tebak kira-kira seperti apa sosok yang saya kagumi...? Tidak bicara soal fisik pun soal perasaan. Ini soal sebagian kecil dari sekian banyak  kenyataan hidup yang kita pahami.

Dia bukanlah seorang bu guru muda yang masih single, atau bidan muda yang menjadi idola para jejaka. Bukan juga seorang penjual soto langganan para sopir truk. Dia hanya isteri dari seorang suami,  sahabat dari teman hidupnya, dan ibu dari anak-anaknya dan bisa di bilang manajer di rumah tangganya. Itulah kebanggaan luar biasa dari suaminya, seperti kata om Mario : "Wanita adalah kesatuan yang indah dari tiga peran penting dalam hidup pria-nya. Yang pertama, sebagai kekasih. Yang kedua, sebagai sahabat. Dan yang ketiga, sebagai ibu bagi anak-anaknya. Seorang pria tidak membutuhkan wanita petengkar di dalam rumahnya. Dia ingin manja dan menyerah kepada wanita yang memelihara dan membangunnya menjadi pemimpin kehidupan yang besar. Pria bermasa-depan besar selalu manja kepada wanitanya".

Pekerjaannya sesuai yang tertulis di kartu tanda penduduk yaitu Mengurus Rumah Tangga. Tulisannya cukup sepele dibanding pekerjaan Pegawai Negeri Sipil, Karyawan Swasta, Karyawan BUMN, Wiraswasta atau bahkan Pelajar/Mahasiswa. Apabila kita menggunakan empati kita dan menyelam agak dalam di kehidupan masyarakat desa, maka akan bertemu pada nilai-nilai kehidupan mulai dari yang unik hingga yang bermakna tinggi. Saya bisa menarik kesimpulan bahwa mengurus rumah tangga adalah sebuah pekerjaan pada level paling tinggi bahkan presiden pun masih berada di level di bawahnya.

Dialah ibu rumah tangga, statusnya lebih tinggi dari presiden, karena presiden pun dicetak oleh didikan seorang ibu rumah tangga.

Katanya Hitam Manis?
Gula Kelapa Kecamatan Patimuan
Hasil Karya Cewek Hitam Manis
Dia adalah ibu rumah tangga seorang isteri dari penyadap nira kelapa (baca: penderes). Dalam dunia perbankan profesi ini masuk sektor industri pembuatan dan pengolahan gula. Profesi yang kurang lebih hampir 90% digeluti oleh masyarakat desa di Kecamatan Patimuan.

Hitam manis adalah sebuah istilah yang saya buat sendiri merujuk pada rutinitas dari isteri penyadap gula kelapa. Hitam warna kulitnya terkena percikan gula kelapa yang masih encer. Itu bukan sekedar hitam biasa, hitamnya mengandung banyak cerita penuh makna.

Pagi-pagi telah disibukkan mengurus persiapan anak berangkat sekolah, menyiapkan sarapan untuk anggota keluarga. Tidak lupa, selalu membuatkan secangkir kopi untuk suami sebelum berangkat menyadap nira kelapa. Belum lagi mencuci pakaian kotor, airnya masih harus menimba di sumur dengan kerekan. Dalam waktu yang bersamaan harus merebus dan mematangkan nila kelapa (baca: genen) hingga mengental untuk selanjutnya dicetak menjadi produk cantik berbentuk silinder yang rasanya manis gurih. Selepas bedug (baca: jam 12 siang), saat Sang suami kembali ke rumah dengan tumpukan jerigen berisi nila kelapa di atas dan samping motor butut, maka berangkatlah si isteri mencari rumput (baca: ngarit) untuk kambing peliharaan mereka. Pulang menggendong rumput dalam karung berukuran sangat besar dengan wajah penuh peluh tiada mengeluh dan nafas tersengal-sengal tiada menyangkal. Itupun tidak istirahat lama, masih harus masak dan beres-beres rumah. Cerita ini hanya yang terlihat sekejab mata, belum urusan keluarga yang kadang rumit dan pelik.

Saya hanya berpikir, apakah wanita-wanita muda kebanyak sekarang mau menggeluti rutinitas demikian. Kalau semua ditanya saya yakin 100% menjawab tidak mau. Namun, kenyataan kadang berbeda dengan harapan dan keinginan. Kebanyakan yang menjalani saja kadang mengeluh.

Nilai Manisnya?
Intisari yang saya kagumi sebenarnya adalah ketaatannya terhadap suami, keikhlasannya hidup bersahaja, kesabarannya dalam berusaha, ketegaran dalam mengurus rumah tangga, dan yang tidak semua orang tahu adalah tidak putusnya doa yang dia kirimkan tiap sepertiga malam.

Entah apa isi doa yang kirimkan itu. Mungkinkah keinginan membeli seperangkat alat make-up terbaru, atau selusin baju yang sedang tren di dunia fashion, ataukah sepasang sepatu untuk pergi ke pesta? Atau yang sekarang sedang booming, untuk membeli gadget agar dapat BBM-an? Jangankan BBM, jaringan telepon seluler saja kelap kelip di sana. Peluhnya secara tersirat menggambarkan harapannya agar anak-anaknya kelak bisa hidup beruntung. Lebih baik dari orang tuanya, dapat menikmati pendidikan yang layak, kelak dapat menjadi kebanggaan orang tuanya. Juga harapan keharmonisan keluarga. "Mangan ora mangan sing penting ngumpul", bahkan rela tidak makan asal anaknya ngumpul guyub rukun. Dan mungkin di bait terakhir dari doanya terselip keinginan besar untuk mengakhiri urusan hutang piutang. Menyelesaikan hutang terhadap suatu bank terbesar yang tersebar luas se- Indonesia. Hutang yang terpaksa diambil untuk tambah modal gadai pohon kelapa. 

Karena yakin sama percaya itu beda

Diam Itu Emas, Bicara yang Baik Itu Permata
EmoticonEmoticon