Sunday, March 08, 2015

Nyasar, Bukan yang Diinginkan atau Mungkin Bukan yang Dituju

Kawan, setiap dari kita tentu memiliki harapan, keinginan, impian yang terwujud dalam sebuah istilah yang kita kenal sebagai cita-cita.  Namun, kadang yang yang terjadi adalah kenyataan tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Seperti yang dulu saya alami ketika "nyasar" kuliah.  Mulai dari "bukan" perguruan tinggi yang saya impikan, jurusan yang saya minati, hingga kota yang saya inginkan. Saya yakin, tidak sedikit kawan-kawan yang mengalami hal yang sama. Begitu juga dengan sahabat saya.

Tulisan ini mungkin bentuk kerisauan. Mungkin bentuk kepedulian pada salah seorang sahabat saya. Dia yang selalu bersama saya bahkan ketika saya "nyasar" kuliah. 4 tahun bukan waktu yang singkat untuk mentransformasi sebuah keinginan. Keinginan yang terpendam, yang lambat laun berubah menjadi keinginan yang baru.

Nyasar !!!
Apapun artinya, nyasar itu adalah keadaan yang tidak diharapkan atau tidak sesuai dengan yang kita inginkan, bahkan jauh dari kata suka. Ada yang bilang nyasar itu berada di suatu tempat yang tidak diketahui sebelumnya. Ada juga yang bilang nyasar adalah tidak tahu arah mana yang kamu tuju!

Beragam keputusan diambil saat orang itu sadar dia "nyasar". Ada yang memutuskan keluar dan terus berjuang mengejar impiannya hingga tercapai dengan segala resiko yang mungkin muncul. Ada yang menerima dengan terpaksa dan menjalani dengan sekedarnya tanpa gairah. Ada juga yang pada awalnya terpaksa dan kemudian seiring waktu berlalu menikmati perjalanannya. Ada pula yang menerima dengan ikhlas dan menjalaninya dengan penuh gairah. 

Itu baru di tahap perjalanan mencari ilmu, dimana kesalahan masih dianggap maklum. Namun, bagaimana di dunia kerja.? Hal serupa dan keputusan yang diambil pun saya rasa juga sama. Hanya saja, tantangannya lebih besar. Mengingat dunia kerja, kesalahan tak lagi mendapat pemakluman seperti saat masih belajar. 

Ada yang hobinya adalah pekerjaannya. Ada yang sebaliknya pekerjaannya adalah hobinya. Ada pula yang antara pekerjaan dan hobinya terpisah jarak yang begitu jauh. Sehingga, muncul istilah, pekerjaanku bukan hobiku, karena hobiku bukan pekerjaanku. 

Begitu juga dengan saya. Dulu kuliah nyasar, sekarang kerja pun nyasar. Oke, secara disiplin ilmu, pekerjaan yang saya geluti masih relevan. Masih dalam bidang yang sama. Namun, saya masih belum sreg? (tanya pada diri sendiri). Masalahnya apa? Bagaimana mengatasinya? 

***

Katanya, Masalahnya Tuh Disini...
Banyak yang bilang, masalahnya adalah ketidaksukaan kita terhadap sesuatu. Sebut saja belum menemukan cinta. Menemukan cinta itu tidak mudah. Ada yang menemukan sejak awal. Juga ada yang menemukan di tengah jalan. Atau mungkin harus ditempa dulu dengan rasa sesal baru menemukan cinta. Ini soal kesadaran  dan perhatian terhadap diri sendiri.

Cinta, sebuah makhluk yang tidak pernah ada orang yang tahu bentuknya. Akan tetapi, mampu membuat orang begitu menikmati kesakitannya. Haha, cukup lebay, tapi itulah cinta, yang katanya adalah kekuatan yang mampu mengubah duri menjadi mawar, cuka menjadi anggur. Ahay, itulah gambaran dari cerita asmara. 

Namun, dalam konteks ini, cinta merasuk dalam wujud yang namanya PASSION. Jika diartikan passion adalah energi atau kekuatan yang didasari oleh rasa cinta yang besar dalam melakukan sesuatu. Bersama passion, katanya kita tidak pernah bosan melakukan sesuatu, karenakita sangat menyukainya. Sesuatu yang bisa kita lakukan berjam-jam tanpa merasa lelah, hingga lupa dengan hal yang lain. Bahkan kita akan mengorbankan segala hal untuk mencapai itu.

Jika Cinta itu Memiliki (Passion)
Do What You Love!
Sungguh bahagia rupanya, jika bisa hidup dengan yang kita cintai. Katanya, begitulah idealnya. Bahkan jika cinta itu passion. Tentu kita kenal dengan jargon andalan yang sering digembor-gemborkan, "Follow Your Passion". Temukan passion, geluti, dan dijamin sukses. Passion, sebuah kata, yang menurut Steve Jobs, adalah bahan bakar utama seseorang untuk bisa sukses dalam berkarya.

Tidak jarang, dalam dunia kerja, ada orang yang tiba-tiba merasa, "Sepertinya saya tidak suka/ tidak nyaman dengan pekerjaan ini" atau "pekerjaan ini tidak cocok dengan saya". Kemudian, passion / pkerjaannya yang disalahkan sebagai pembelaan diri, " mungkin karena saya menjalani ini bukan atas dasar passion saya". Ini memunculkan pertanyaan baru bagi saya, jika memang bukan passionnya kenapa diambil pilihan itu?

Bukan bermaksud mempertanyakan dan menyasalahkan. Justeru saya terkesan dan kagum pada orang-orang yang bekerja sesuai dengan passionnya. Dengan modal kekuatan passionnya, rela berkorban apapun demi mendapatkan apa yang menjadi passionnya itu. Selalu siap menghadapi segala resiko yang mungkin muncul. Perjuangan di awal penuh badai dan rintangan, dibilang aneh, konyol, bodoh, kadang dicemooh, ditertawakan, bahkan dikecam. Namun, itulah passion kekuatan yang menggerakkan jiwa. Perjuangan penuh pengorbanan adalah harga yang harus dibayar. 

Atau Cinta itu Menerima (Craftsman)
Love What You Do !
Jadi lucu rasanya jika melihat orang tua kita. Jika benar cinta itu passion. Kebanyakan dari orang tua kita hidup bersama pasangan, pada awalnya sama sekali tidak cinta. Bukan merupakan pasangan hidup yang menjadi pilihan atau idaman. Bukan sosok yang disukai, bukan juga yang dirindukan. Namun, pasangan yang tiba-tiba ketemu, mungkin dijodohkan dan terpaksa hidup bersama. Sekarang, hidup bahagia langgeng sampai tua, bahkan memliki banyak keturunan, salah satunya adalah kita. Jika ditanya, tentu di awal mengalami goncangan jiwa dan penolakan batin bukan?

Duh, kok jadi cerita cinta orang tua kita si :-D . Itulah cinta yang kebanyakan terjadi. Hingga muncullah istilah craftsman mindset yang digagas oleh Cal Newport yang tidak sepaham dengan ,"follow your passion". menurut pendapat Newport, bahwa yang ideal seharusnya adalah kita mencintai apa yang kita kerjakan. Be very good at it, kemudian passion akan menyusul sebagai efek samping. Dan tentu saja sukses serta bahagia. Orang yang berjiwa craftsman: tekun, ulet, tidak mudah putus asa.

Memaknai Do what you love, love what you do?
Masalah sebenarnya adalah Nyasar !!!
Sesuai dengan artinya yaitu tidak tahu arah. Tidak tahu kemana ia harus berjalan. Intinya tidak memliki tujuan. Jadi, mau passion atau craftsman tidak ada yang salah. Semua benar, karena itu adalah keputusan yang diambil. Pada intinya adalah  TUJUAN. Passion atau craftsman hanya motor penggerak kita kepada tujuan.

Oke, bekerja dengan passion adalah kondisi yang ideal. Bekerja sesuai dengan panggilan hati adalah kondisi yang selalu menjadi impian setiap orang, termasuk saya. Dengan passion, akan Berbagai perjuangan dengan segenap pengorbanan berdarah mungkin sudah dijalani. Namun, kenyataan tak selamanya semulus seperti yang kita inginkan. Kadang ada skenario-Nya, yang membuat kita terpaksa memilih satu pilihan sulit. Tentu, kondisinya bukan lagi sesuai dengan passion. Dalam kondisi ini kita akan disodori tantangan apakah akan menyerah atau akan menjalani sebagai craftsman. Boleh jadi pekerjaan yang saat ini tidak / belum kita sukai adalah sesuatu yang begitu dinginkan, diidam-idamkan atau bahkan dicita-citakan oleh orang lain.

Jadi, tidak salah juga jika memutuskan untuk berhenti / keluar, dan mengejar yang sesuai dengan passion, selama kita memiliki TUJUAN, dan pekerjaan lama benar-benar tidak bisa kita sukai. Mungkin karena tidak sesuai dengan nilai-nilai yang selama ini kita pegang teguh. Atau memang tidak memberikan manfaat atau kebaikan sama sekali. Bahkan lebih banyak mudharatnya (keburukan). Bahkan di beberapa tulisan, disebutkan bahwa tidak resign dari tempat kerja yang mengerikan, merupakan salah satu kesalahan masa muda yang disesali ketika tua.

Seperti akhir dari tulisan saya sebelumnya yang berjudul Sebuah Kehidupan Baru Setelah Wisuda. Pesan yang dapat diberikan dalam tulisan ini pun sama.
Be Positif dengan Allah
Selalu berbikir dan berprasangka positif. Segala sesuatu yang terjadi pada kita selalu menyimpan hikmah. YAKIN itu adalah cara Allah memberikan kita ilmu dan pengalaman yang belum pernah kita dapat. Kemudian, jalani dengan penuh rasa sabar dan syukur. Seperti stiker yang selalu saya tempelkan di laptop saya, bahkan dalam hati saya :-). Sabar dan Syukur, Cara Sukses Menjalani Hidup.

Nyasar, sungguh ini bukan yang aku inginkan. Bukan tempat yang aku tuju. Atau mungkin karena Tuhan belum mempertemukan kita. Aku yakin, ini bukanlah nyasar, ketika Tuhan telah benar-benar mempertemukan kita. Bahkan aku akan berterima kasih pada Tuhan atas skenario nyasar-Nya. Ikhlas.
Itulah KEIKHLASAN terhadap skenario-Nya, dimana pahitnya jamu pun serasa nikmat seperti manisnya madu. :-).

Syukuri pekerjaan kita, jalani dengan sabar apa yang telah digariskan Tuhan pada kita. Selama pekerjaan itu dapat menjadi ladang pahala bagi kita. Menjadi tempat ibadah kita, tempat menebar kebaikan, dan tentunya memberikan manfaat.

Karena yakin sama percaya itu beda

Diam Itu Emas, Bicara yang Baik Itu Permata
EmoticonEmoticon