Sunday, April 19, 2015

Tanjakan Cinta Penuh Frustasi atau Tanjakan Frustasi Penuh Cinta?

Tanjakan Cinta, Ranukumbolo, G. Semeru (c) Eko Sudarmakiyanto
Tanjakan, mendengarnya saja tentu di bayangan kita langsung tergambar sebuah jalan yang terus naik, kemiringannya mungkin lebih dari 45 derajat. Persiapan mungkin butuh tenaga ekstra untuk melewatinya. Bagi sebagian besar orang, kata tanjakan mungkin ditakuti, beberapa juga ada yang menyukai, katanya ada tantangan. Tanjakan yang paling terkenal dari dahulu hingga sekarang adalah tanjakan nagreg. Terkenal karena sering terjadi kecelakaan maut. Sungguh seramnya. Namun, bukan itu yang ingin saya ceritakan. Saya hanya ingin menceritakan tanjakan yang mejadi sumber inspirasi saja. Tanjakan yang jika kita lewati, kita akan paham sebagian kecil kecantikan Indonesia. Tentu akan membuat kita bangga menjadi orang Indonesia. 

Setelah penayangan film 5cm pada 12-12-12 silam, kata tanjakan begitu terkenal. Tanjakan cinta dan mitosnya yang ada padanya. Namun, tidak banyak yang tahu kan soal tanjakan frustasi? Seharusnya judulnya tanjakan cinta vs. tanjakan frustasi ya? :-D

Tanjakan Cinta
Nengok Ga Yah... @ Tanjakan Cinta (c) Eko Sudarmakiyanto
Tanjakan cinta dan mitosnya seketika menjadi begitu terkenal setelah penayangan film 5cm. Tanjakan cinta terletak di gunung tertinggi di pulau Jawa, Gunung Semeru atau lebih dikenal sebagai mahameru, puncak para dewa. Tanjakan cinta merupakan jalan setapak menuju bukit dengan kemiringan lebih dari 45 derajat. Letaknya setelah ranukumbolo, sebelum Oro-oro Ombo. Jadi jika kita melakukan perjalanan dari Ranukumbolo menuju Oro-oro Ombo, kita bakal melewati yang namanya tanjakan cinta.

Mitosnya, jika kita berhasil berjalan melewati tanjakan cinta sambil terus memikirkan orang yang kita cinta (pasangan) tanpa menoleh ke belakang, maka kita akan berjodoh. Katanya cintanya bakal abadi. Kurang lebih seperti itu mitosnya, mau percaya atau tidak, itu adalah pilihan. Namun, ternyata hampir sebagian besar atau bahkan semua orang yang kesitu untuk kali pertama diam-diam menguji kebenarannya. Seperti kawan-kawan saya, katanya tidak percaya. Lagaknya  si cuek tidak peduli dengan cerita mitos tanjakan cinta. Eh, pas di tanjakan diam seribu bahasa. Seperti sedang menjiwai perjalanan, berjalan dengan khidmad penuh harap pada Tuhan, kalau yang dipikirkan benar-benar terwujud.

Menelusiri legendanya, sungguh jauh dari kata indah. Cerita indah saat ini ternyata lahir dari cerita tragedi zaman dulu. Konon dahulu ada dua sejoli yang sudah bertunangan mendaki gunung semeru. Pada saat di tanjakan cinta. Sang pria jalan lebih dahulu melewati tanjakan tanpa menoleh ke belakang sedikit pun hingga sampai bukit. Namun, sang perempuan yang masih di belakang kelelahan hingga jatuh dan terguling, kemudian meninggal dunia. Sejak itulah dikatakan barang siapa yang memikirkan pasangannya dan berhasil melewati tanjakan cinta tanpa menoleh ke bawah ia akan berjodoh dan cintanya akan abadi selamanya. Mana tahan bro, keindahan ranukumbolo di belakang terbentang begitu indah. Kecantikannya begitu nyata jika dilihat dari tanjakan cinta. Hayoo, mau menengok (baca: noleh) tidak?

Oro-oro Ombo bro... (c) Eko Sudarmakiyanto
Sabar, saat berhasil melewati tanjakan cinta dan mencapai bukit. Rasa penasaran dijamin akan terbayar. Betapa tidak, kecantikan ranukumbolo yang dikelilingi pepohonan hijau (baca: pohon pinus) sungguh memukau dan menyejukkan mata. Di atas bukit sejenak kita luruskan kaki, istirahatkan badan dan fresh-kan pikiran. Coba berbalik dan kita akan disuguhi panorama Oro-oro Ombo berupa hamparan lavender yang begitu mempesona. Padang lavender ini dikelilingi perbukitan dan tanaman pohon pinus. Bagi yang tadi menahan diri tidak menoleh ke belakang, maka panorama ini adalah "kado istimewa".


Tanjakan Cinta Penuh Cinta? 
Kalau yang kita lihat di film 5cm kelihatannya begitu indah dan bahagia. Saya  bilang, tidak semuanya benar. Di film 5cm terasa begitu menyentuh hati terutama bagi para "dadakan pendaki". Yang bukan pendaki saja tiba-tiba menjadi pendaki hanya karena terhipnotis film 5cm. Luar biasa efek 5cm. Banyak yang berbondong-bondong menjamah mahameru untuk memadu kasih. Mencoba tanjakan cinta bersama kekasih. Apalagi ditambah skenario film 5cm, sungguh terasa lebih indah.

Ahay, saya sudah mencoba ke mahameru. Tidak ada tuh cerita cintanya. Yang ada, gurauan dan candaan kawan-kawan, yang terkadang membuat kami semua menampilkan pipi kemerahan. Sejujurnya, sampai di tanjakan cinta, malah frustasi. Perjalanan jauh dari Semarang dengan kereta tidak mendapat tempat duduk, lanjut lagi dengan bus dari Surabaya-Malang, hingga naik angkot dan mobil jip dan mencapai Ranu Pane. Adalah serangkaian perjalanan kami tanpa istirahat (baca: kurang tidur). Jadi, saat di tanjakan cinta, kami hanya mengaggumi panorama, ditemani kelelahan dan frustasi menuju Kalimati. Tidak ada cerita cinta, yang ada hanya isi hati masing-masing yang penuh harap, dan tidak ada yang saling tahu.

Manurut saya, perjalanan kami tak seindah 5cm. Saya jadi mengerti, faktor apa yang membuat perjalanan ke Gunung Semeru di film 5cm begitu indah. Ya sosok Riani. Mungkin kalau film 5cm itu tidak ada sosok Riani, akan sama dengan cerita kami. Hahaha :-D

Bercanda, itu hanya pendapat subyektif saya. Faktor utama yang bikin frustasi adalah saat di tanjakan cinta, itu memberi tanda kepada kita bahwa perjalanan masuh separuh lagi. Kalau boleh jujur, perjalanan masih jauh. Tanjakan cinta itu PHP, eh bukan tapi penyemangat karena kita masih harus berjuang untuk benar-benar menggapai puncak para dewa. Kita masih harus melewati Oro-oro ombo yang kelihatan dari jauh begitu indah, ketika dilewati ternyata memang benar-benat jauh dan panjang jalurnya. Belum lagi cemoro tunggal dan kalimati, nanti harus melewati Arcopodo untuk mencapai puncak.

Tanjakan Frustasi
Ini loh tanjakan frustasi (c) Eko Sudarmakiyanto
Tanjakan frustasi. Tidak pernah mendegar mitosnya. Tanpa mitos pun, mendengar namanya sudah dibanyangi rasa frustasi. Kalau tanjakan frustasi ini terletak di Gunung Merbabu. Gunung paling memukau dan eksotis bersanding dengan Gunung Merapi. Mengapa namanya tanjakan frustasi ya? 

Jelas saja, siapa yang tidak frustasi, tanjakan frustasi itu adalah tanjakan terakhir setelah kita melewati 7 (tujuh) bukit penyesalan. Jadi, pada bukit pertama seolah-olah seperti puncak, ketika kita berhasil melewati, ternyata di depan kita masih ada bukit lagi yang kelihatan puncak. Setelah melewati bukit itu, ehh masih ada bukit lagi,demikian hingga mencapai yang namanya tanjakan frustasi. Tidak jarang, pendaki berhenti sebentar disini dan menangis (anak cewek) karena frustasi. 

Tanjakan Frustasi Penuh Frustasi?
Inilah cinta, yang menemani kita di sepanjang
perjalanan di tanjakan frustasi menuju puncak
Oh tidak, menurut saya tanjakan di merbabu ini tidak seburuk namanya. Ini bukti keberhasilan kita, melewati 7 bukit penyesalan. Terlebih 7 bukit penyesalan itu sendiri tak seburuk juga dengan namanya. 

Bukit penyesalan itu adalah sabana, padang rumput yang banyak ditumbuhi tanaman bunga edelweiss. Tidak hanya itu, sepanjang kita melewati tanjakan frustasi, kita akan ditunjukkan cinta oleh Tuhan. Kita akan melihat samudera di atas awan. Gumpalan awan putih yang menyerupai kasur. Sungguh menakjubkan! Masih ada lagi kawan, beberapa puncak gunung di Jawa Tengah dapat kita pandang juga dari sini. Puncak gunung yang terpamoang jelas adalah Puncak Gunung Merapi, dengan asap yang selalu mengepul. Sungguh eksotis! Puncak-puncak yang lain kelihatan nongol, seperti puncak Gunung Lawu, Puncak Gunung Sumbing dan Sindoro yang berdua-duaan. Juga Puncak Gunung Slamet yang menjulang tinggi di kejauhan.

Belum sampai puncak kawan! 
Lumpang sebelum puncak kentheng songo via dhave
Ada lagi cerita dari masyarakat, sebelum menuju puncak Merbabu (puncak Kentheng Songo), kita akan menjumpai kentheng atau lumpang. Katanya si jumlah keseluruhan ada 9 buah. Jika, semakin banyak lumpang yang kita lihat maka kita akan beruntung. Terlebih jika melihat kesembilan lumpang tersebut. Katanya seluruh harapan kita akan terwujud, mungkin termasuk berjodoh dengan orang yang kita pikirkan ketika melewati tanjakan. Bisa jadi berjodoh atau akan abadi cintanya seperti halnya cerita mitos di tanjakan cinta kali ya. Sayang, saya hanya melihat kadang paling banyak  3 buah. Katanya, lumpang tersebut adalah pintu gerbang menuju kerajaan makhluk ghaib. Jadi yang bisa melihat kesembilan lumpang tersebut hanya orang-orang yang mempunyai kemampuan khusus.

Setelah, melewati lumpang maka akan menemui jalan persimpangan. Jika ambil kiri menuju Puncak Kentheng Songo dengan medan yang menanjak. Sementara jika ambil kanan, menuju Puncak Sarif dengan medan yang agak landai melewati pinggiran bukit.

Ada cinta lagi di ujung tanjakan cinta, ya itu puncak.  Kalau beruntung, maka akan dapat bonus. Bonus ada di saat yang tepat. Saat matahari terbit atau matahari terbenam. Kita akan terpukau terkagum. Subhanallah, luar biasa! Kita akan berpikir ini adalah keindahan sebagai tanda-tanda kebesaran Allah SWT.

Tanjakan Cinta atau Tanjakan Frustasi?
Tanjakan cinta pun kalah indah ceritanya jika tanpamu. Namun, tanjakan frustasi akan menjadi indah, jika kulalui bersamamu.
:-D

Karena yakin sama percaya itu beda

6 comments

Haha, hayuh pas preian mring galunggung, bisa nanjak bisa mancing...

Boleh-boleh...haha
Galunggung sih ndi?

koe wis munggah gunung ndi bae?

haduh mas eko, alur cerita sama diksinya bagus.. subhanallah bgt haha

haduh mas eko, alur cerita sama diksinya bagus.. subhanallah bgt haha

Hmm, mas gani nyindir nih, orang cuma ngasal, kagak tau alur aplgi istilah diksi. Cuma curcol aja..
:-D

Diam Itu Emas, Bicara yang Baik Itu Permata
EmoticonEmoticon